Dua Pekan PPKM di Lamongan, 600 Warga Terjaring Operasi Yustisi

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 16:33 WIB
Dua Pekan PPKM di Lamongan
Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan -

Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid 1 di Lamongan, petugas gabungan telah menjaring dan menindak 600 warga. Dari jumlah itu, warga ada yang mendapat sanksi teguran lisan dan denda administrasi.

Kasatpol PP Lamongan Suprapto merinci, ada 679 orang ditindak dengan teguran lisan, 40 orang mendapat sanksi 40 orang dan 27 orang dengan sanksi denda administrasi. "Untuk sanksi denda antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu," kata Suprapto kepada wartawan, Selasa (26/1/2021).

Suprapto menuturkan, selama pemberlakuan PPKM di Lamongan pihaknya memang mengintensifkan operasi yustisi untuk mendisiplinkan warga agar taat dan patuh protokol kesehatan. Pelaksanaannya dilakukan secara gabungan dengan TNI-Polri dan sasaran operasi juga lebih diperluas.

"Kami akan terus secara masif menggelorakan kepatuhan terhadap protokol kesehatan agar masyarakat selamat terhindar dari paparan COVID-19," ujarnya.

Suprapto menjelaskan, pelanggaran perorangan yang ditindak paling banyak adalah tidak memakai masker. Untuk tempat usaha, Suprapto menyebut pihaknya juga terus menggelar razia dan mengingatkan pemilik usaha agar mematuhi sarana protokol kesehatan dan jam operasional seperti yang tertuang dalam surat edaran Bupati Lamongan.

"Kegiatan penegakan protokol kesehatan ini, selain untuk menertibkan PPKM, juga untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19," tandasnya.

Sementara upaya untuk menyadarkan masyarakat pentingnya vaksinasi juga dilakukan TNI-Polri. Seperti yang dilakukan salah satu Babinsa dari Kecamatan Sugio, Koptu Harris yang mendatangi rumah warga binaannya dan bercengkrama sambil mensosialisasikan kepatuhan protokol kesehatan dan rencana pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

"Masyarakat tidak usah ragu ataupun takut dalam pelaksanaan vaksin karena semua itu bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19," kata Koptu Harris kepada warga.

(fat/fat)