Harga Daging Sapi di Lamongan Masih Stabil

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 13:50 WIB
Harga Daging Sapi di Lamongan Masih Stabil
Harga daging sapi di Lamongan stabil(Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan -

Gonjang ganjing naiknya harga daging sapi di beberapa daerah ternyata tak berimbas di Lamongan. Harga daging sapi di Lamongan relatif stabil di harga Rp.100 ribu/kg. Harga bahan pokok lainnya juga masih terpantau stabil.

Pedagang pasar mengakui hingga saat ini harga daging sapi masih relatif stabil. Hingga saat ini harga daging masih bertahan di harga Rp 100 ribu/kg. "Harga daging sapi relatif stabil mas, yaitu Rp 100 ribu/kg," kata Maesaroh, salah seorang pedagang di Pasar Sidoharjo Lamongan kepada wartawan, Selasa (26/1/2021).

Maesaroh menyebut, stabilnya harga daging sapi salah satunya disebabkan pasokan daging sapi tercukupi dan tidak bergantung pada impor. Maesaroh menyebut, dia dan beberapa pedagang daging sapi memang mengambil daging dari lokal sendiri. "Sampai saat ini saya ngambilnya ya dari sini-sini saja," akunya.

Stabilnya harga daging sapi di sejumlah pasar juga diakui Disperindag Lamongan. Kadisperindag Lamongan, Muhammad Zamroni menyebut, hingga kini harga daging sapi memang relatif stabil meski sempat dikhawatirkan akan seperti daerah lain.

"Stabil mas, termasuk daging yang kita khawatirkan ikut imbas kenaikan, ternyata masih stabil. Karena suplai dari lokalan masih bisa memenuhi," ungkap Zamroni.

Selain daging sapi, harga sejumlah bahan pokok lainnya di sejumlah pasar tradisional di Lamongan juga terpantau normal. Harga beberapa bahan pokok lain yang juga stabil seperti beras, cabai keriting, daging ayam kampung, gula pasir hingga minyak goreng.

"Berdasarkan pantauan kami di Pasar Sidoharjo, Babat, Blimbing dan Mantup, harga daging sapi murni tidak ada kenaikan, tetap Rp 100 ribu/kg," ujarnya.

Zamroni mengungkapkan, harga beras kualitas super saat ini masih berada di kisaran Rp 12 ribu/kg, kualitas premium Rp 10 ribu dan kualitas medium Rp 9 ribu/kg. Cabai keriting Rp 35 ribu/kg, daging ayam kampung Rp 65 ribu/kg, gula pasir Rp 2.500/kg, sedangkan minyak goreng curah (tanpa merk) Rp 13 ribu/kg. Tepung terigu dan kedelai juga stabil. Tepung terigu kualitas medium Rp 8 ribu/kg, kedelai impor Rp 10 ribu/kg dan kedelai lokal Rp 9 ribu/kg.

"Daging sapi, beras, minyak goreng, gila dan sebagainya relatif stabil, hanya harga bawang putih yang terpantau mengalami kenaikan sebesar Rp 3.000, menjadi Rp 23 ribu/kg," paparnya.

Selain stabil, ada juga beberapa kebutuhan pokok lain yang malah turun harga. Beberapa komoditas yang terpantau turun di antaranya cabai rawit yang semula Rp 70 ribu/kg kini jadi Rp 65 ribu/kg, telur ayam ras yang semula Rp 24 ribu/kg menjadi Rp 22 ribu/kg. Daging ayam boiler juga turun Rp 2 ribu/kg, menjadi Rp 36 ribu/kg.

(fat/fat)