Keluhan PMI Surabaya Saat Kebanjiran Pendonor Plasma Konvalesen

Keluhan PMI Surabaya Saat Kebanjiran Pendonor Plasma Konvalesen

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 13:43 WIB
Donor plasma konvalesen di PMI Surabaya
Donor plasma konvalesen di PMI Surabaya (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya - UTD PMI Surabaya saat ini kebanjiran pendonor darah plasma konvalesen. Namun, PMI Surabaya kini justru kekurangan alat untuk mengambil plasma konvalesen.

"Banyak sekarang pendonor. Cuman kan mesin dan alat kita ini cuma 3 yang dioperasikan, jadi kurang mesinnya," kata Kabag Pelayanan dan Humas PMI Surabaya dr Martono Adi kepada wartawan, Selasa (26/1/2021).

Kondisi di PMI Surabaya rupanya berbalik. Jika beberapa hari lalu kekurangan stok plasma konvalesen, kini justru kekurangan alat. Bahkan kekurangan kantong darah.

"Dulu kan donornya yang kurang, sekarang mesinnya. Yang satu kantongnya habis. Kantongnya habis karena permintaan di luar negeri kan juga banyak," ujarnya.

Martono menjelaskan jika satu mesin kurang lebih bisa digunakan untuk 12 penyintas COVID-19. Dan satu pendonor membutuhkan waktu selama satu jam untuk diambil plasma konvalesen.

"Soalnya kita buka jam 07.00-21.00 WIB. Kan lumayan dalam satu hari bisa ngelayani sampai 30 pasien (pendonor) paling tidak. Alatnya itu yang kurang," jelasnya.

Pihaknya pun telah meminta bantuan untuk penambahan alat donor plasma konvalesen. Sebab, jika membeli sendiri harganya sangat mahal.

"Soalnya mahal alatnya, kalau beli nggak mampu. Rp 1 Miliar harganya untuk satu alat. Kita minta bantuan-bantuan CSR perusahaan-perusahaan," pungkas Martono. (iwd/iwd)