Pipa Gas Bocor di Dekat SPBU Margomulyo Surabaya Dipastikan Bukan Milik PGN

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 12:26 WIB
PGN Pastikan Kebakaran di Sekitar Pom Bukan Karena Kebocoran Pipa Mereka
Lokasi pipa gas bocor di dekat SPBU Margomulyo (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Sebuah SPBU di Jalan Margomulyo Surabaya nyaris terbakar diduga akibat pipa gas bocor. Perusahaan Gas Negara (PGN) membantah bila kebakaran tersebut akibat kebocoran jaringan gas mereka.

"Kebakaran bukan bersumber dari jaringan pipa gas PGN, saat ini pipa PGN dalam pengawasan dan dalam kondisi baik," ujar Manajer Humas Sales Operation Region (SOR) III PT PGN, Hamalsyahan dalam keterangannya, Senin (25/1/2021).

Hamalsyahan menjelaskan pihaknya mendapat informasi dari Command Center 112 pada Minggu (24/1) pukul 18.18 WIB bahwa ada kebakaran di dekat SPBU Margomulyo. Di dekat lokasi memang ada ada jaringan pipa PGN.

"Pukul 18.23 WIB, Tim Teknis PGN meluncur ke lokasi kejadian di depan SPBU Margomulyo. Tiba di lokasi kebakaran, kami berkoordinasi dengan pihak PMK yang sedang melakukan pembasahan. Dan tidak lama, tim teknis PGN memastikan bahwa titik kebakaran bukan disebabkan karena gas PGN, dengan pengecekan menggunakan LMM (gas detector) hanya terdeteksi 3 ppm dan tidak ada indikasi bau gas," kata Hamalsyahan .

Hamalsyahan menegaskan setelah pengecekan tersebut dipastikan penyebab kebakaran bukan berasal dari pipa gas bocor milik PGN.

"Jarak titik awal kebakaran dengan pipa PGN diameter 10 inchi (pressure 22 bar) kurang lebih 3 meter. Dipastikan penyebab kebakaran bukan berasal dari PGN," pungkas Hamalsyahan.

Diketahui sebelumnya, sebuah SPBU di Jalan Margomulyo nyaris terbakar diduga akibat pipa gas bocor.

Kobaran api muncul sejak pukul 18.00 WIB hingga 22.30 WIB. Bahkan sempat terjadi lima kali ledakan di lokasi.

"Kami masih melakukan pendalaman karena yang keluar api itu saluran pembuangannya, apakah benar ada kebocoran gas atau tidak. Lokasi yang keluar asap dari dalam ada tiga titik, yang satu titik keluar api," kata Kabid Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya, Bambang Vistadi.

(iwd/iwd)