Cerita Pemilik Lahan Tempat Ledakan di Mojokerto: Lihat Api Berpijar Putih

Enggran Eko Bufdianto - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 15:47 WIB
Kobaran api setelah ledakan keras di mojokerto
Kobaran api setelah ledakan keras di mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Ledakan di Mojokerto tiba-tiba saja terjadi di lahan bekas tambang pasir milik Muslikh (60) di Dusun Watuumpak, Desa Kepuhpandak, Kecamatan Kutorejo. Muslikh mengaku melihat kobaran api yang berpijar warna putih sesaat setelah ledakan keras terjadi.

Muslikh mengatakan, selama ini lahan bekas tambang tersebut dia gunakan untuk membuang sampah dari pabrik di Sidoarjo. Yakni berupa gabus keras warna kuning kecokelatan, kayu, kaleng cat, serta limbah bahan sepatu atau sandal.

Sampah-sampah itu dia gunakan untuk menimbun lahan bekas tambang yang kedalamannya sekitar 10 meter dari permukaan jalan. Bapak tiga anak ini mengaku menerima imbalan Rp 200.000 untuk setiap truk sampah yang dibuang ke lahannya.

"Sampahnya tidak berbahaya, memang mudah terbakar, tapi saat kejadian tidak ada yang bakar sampah. Kondisi hujan, selain itu tidak mungkin ada orang bakar-bakar sampah karena lokasinya jauh dari permukiman," kata Muslikh kepada wartawan di rumahnya, Kamis (21/1/2021).

Tempat tinggal Muslikh hanya sekitar 50 meter di sebelah timur lokasi ledakan. Terdapat 3 rumah, musala dan sebuah bangunan TPQ (Taman Pendidikan Alquran) di pekarangannya. Dua rumah lainnya ditinggali anak-anaknya yang sudah berumah tangga.

Rumah keluarga Muslikh terpisah sekitar 100 meter dari permukiman penduduk Dusun Dateng, Desa Mojotamping, Kecamatan Bangsal. Untuk ke perkampungan, harus melalui perkebunan dan tempat pemakaman umum Dusun Dateng di sebelah utara rumah Muslikh.

Menurut Muslikh, ledakan keras terjadi pada Rabu (20/1) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu dia akan menunaikan salat Isya di musala miliknya.

"Saya akan salat Isya. Saya duduk di dalam musala menunggu istri masih wudu. Tiba-tiba ada letusan sangat keras, saya kaget, saya lihat keluar kok ada api," terangnya.

Selanjutnya, Muslikh melihat kobaran api yang besar disertai pijar warna putih...