Pelanggar Tempat Hiburan Malam Mendominasi saat PPKM di Surabaya

Esti Widiyana - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 17:12 WIB
Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mendatangi mal-mal terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Di mana mal harus tutup sebelum pukul 20.00 WIB.
Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana/Foto File: Deny Prastyo Utomo
Surabaya -

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah berjalan sepekan di Kota Surabaya. Terbukti masih banyak ditemukan pelanggar yang 'bandel'.

Saat ditanya pelanggaran yang mendominasi saat PPKM, Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menyebut tempat hiburan malam. Dimana mereka masih membuka secara diam-diam.

"Kayak diskotik yang sembunyi-sembunyi, kayak RHU itu yang akan ketahuan," kata Whisnu kepada wartawan di Jalan Mayjend Sungkono, Minggu (17/1/2021).

Untuk evaluasi selama sepekan ini belum dilakukan. Akan tetapi, setiap harinya selalu dilakukan evaluasi. Hasilnya masyarakat dan pengusaha semakin tertib.

"Senin baru akan evaluasi. Tapi tiap hari selalu ada evaluasi jadi penegakan itu kesadaran masyarakat, pengusaha sudah semakin tertib, yang kena operasi tidak pakai masker semakin sedikit," jelasnya.

Meski masyarakat dan pengusaha semakin tertib saat PPKM selama sepekan ini, pihaknya masih terus melakukan sosialisasi dan operasi. Kesadaran masyarakat terus ditumbuhkan dan kampung tangguh diaktivasi kembali.

"Agar treatment yang dilakukan di Surabaya bisa jadi contoh nasional. Bahwa kita bisa menurutnkan angka covid. Kita suuport semua untuk kepetingan Indonesia," pungkasnya.

(bdh/bdh)