Urban Legend

Barong Kemiren, Barong Sakral Ikon Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 12:14 WIB
Barong Kemiren, Barong Sakral Ikon Banyuwangi
Barong Kemiren, Barong Sakral Ikon Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Berbagai kesenian di Banyuwangi terus lestari, seiring dengan kemajuan zaman. Salah satunya adalah Barong Kemiren. Barong ini dikenal sakral dan menjadi ikon Banyuwangi.

Barong kemiren merupakan kesenian kuno asal Banyuwangi dengan bentuk seni pertunjukan rakyat. Kesenian ini diyakini sangat sakral, sehingga ada perlakuan khusus. Barong Kemiren memiliki nama Sunar Udara.

"Kesenian barong ini muncul sejak zaman dahulu. Kalau barong Kemiren bercerita tentang gadis cantik bernama Jakrifah, yang dijaga hewan bertubuh besar bermuka buruk yang kemudian disebut Barong. Barong sangat setia kepada tuannya sehingga dianggap simbol kepahlawanan," tutur Hasnan Singodimayan, budayawan Banyuwangi, kepada detikcom, Minggu (17/1/2021).

Menurut Hasnan, kesenian barong Kemiren mirip kesenian barong di Bali. Kemiripan ini sangat wajar karena kedekatan kultur yang saling mempengaruhi dalam sejarah hubungan antara Bali dan Banyuwangi.

"Bedanya, secara fisik ukuran barong Bali lebih besar dan tidak punya sayap. Menurut Hasnan, ada beragam versi tentang sejarah barong Kemiren," tambahnya.

Ada banyak versi yang mengatakan kesenian barong muncul di Banyuwangi. Versi pertama, kata Hasnan, kesenian barong berasal dari Cina, yang masuk Jawa pada zaman Majapahit. Ada kemiripan antara barong dan tari Singa Cina (Tari Barongsai), yang berkembang pada zaman Dinasti Tang pada abad VII-X.

Ada pula yang mengatakan, kesenian barong bermula dari pertarungan dua bangsawan sakti dari Bali dan Blambangan. Mereka, Minak Bedewang dan Alit Sawung. Tanpa penyebab jelas, keduanya terlibat pertarungan hebat. Mereka bertarung tanpa henti hingga jangka waktu lama. Tak satu pun yang terluka. Masing-masing menggunakan wujud sakti yang mengerikan, seekor harimau besar dan burung garuda. Dua perwujudan ini bertarung dahsyat. Suaranya menggelegar persis halilintar. Meski saling serang, kedua kesatria itu tetap sama kuatnya.

"Hingga muncullah suara aneh dari langit. Suara tanpa rupa itu mengingatkan agar menghentikan pertempuran. Keduanya diminta berdamai. Akhirnya, kedua wujud menyeramkan itu bersatu," tambahnya.

Sejak itu, masyarakat Using memiliki wujud barong sebagai simbol kebersamaan. Diyakini, barong bisa mengusir pengaruh jahat, penyakit, dan segala bahaya. Hingga kini, tarian Barong dan barong sangat disakralkan.

(fat/fat)