Dianggap Tak Becus Tangani Banjir, Ini Pembelaan Pemkab Lamongan

Eko Sudjarwo - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 07:52 WIB
banjir di pasuruan
Perahu melintas di atas banjir di Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Warga dan mahasiswa menganggap Pemkab Lamongan tak becus tangani banjir. Mereka berunjuk rasa dan menyegel Pemkab Lamongan.

Tetapi Pemkab Lamongan merasa sudah secara serius dan maksimal mengatasi banjir yang terjadi di kawasan Bengawan Njero. Berbagai upaya telah dilakukan agar genangan air dapat segera surut. Salah satunya adalah membuka pintu air di Wangen

Menurut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Lamongan Mohammad Nalikan, untuk membantu agar banjir bisa segera surut, 4 pintu air di Wangen telah dibuka secara maksimal.

"Sebelumnya, 4 pintu ini sempat terkendala masalah teknis sehingga tidak semuanya dapat dibuka. Kini, semua dibuka sehingga dapat mempercepat pembuangan air ke laut," kata Mohammad Nalikan kepada wartawan, Kamis (14/1/2021).

Upaya lainnya, menurut Nalikan, adalah perbaikan infrastruktur Bengawan Njero, pengadaan pompa banjir, hingga penggunaan backhoe untuk membersihkan tanaman eceng gondok, meski pembersihan eceng gondok baru dilakukan saat banjir sudah melanda.

Selain itu, juga telah disiapkan 19 pompa banjir dengan rincian 3 unit pompa dengan kapasitas 500 liter per detik dan 2 unit pompa dengan kapasitas 125 liter per detik di UPT Babat, 2 unit pompa kapasitas 1.000 liter per detik, 8 pompa kapasitas 500 liter per detik, dan 2 unit pompa kapasitas 250 liter per detik du UPT Kuro ditambah 2 unit pompa dengan kapasitas 250 liter per detik di UPT Deket.

"Saat ini dengan berbagai upaya pembangunan infrastruktur Bengawan Njero, pengadaan pompa banjir, usaha memperlancar pembuangan ke laut dengan penggunaan Backhoe Amphibi untuk mempercepat pembersihan eceng gondok, lama genangan dapat dikurangi," ungkapnya.

Di samping itu, lanjut Nalikan, komunikasi dan lobi intens kepada pemerintah pusat juga telah dilakukan sehingga terbitlah Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan dimana salah satunya memberikan prioritas pembangunan penuntasan banjir di Bengawan njero, namun karena adanya pandemi, sehingga realisasi pembangunannya tertunda.

"Pemkab Lamongan juga sudah menyalurkan 15 ton bantuan beras secara bertahap kepada masyarakat terdampak banjir. Selain itu, bakti sosial kesehatan gratis juga sudah dibuka di setiap desa terdampak banjir di 6 kecamatan," imbuhnya.

Untuk diketahui, memasuki tahun 2021 ini, banjir terjadi di Lamongan akibat meluapnya anak sungai Bengawan Solo, yaitu Bengawan Njero dan Bengawan Solo. Data terbaru, banjir telah merendam 46 desa di 6 kecamatan di Lamongan, yaitu Kecamatan Turi, Kalitengah, Karangbinangun, Karanggeneng, Glagah dan Deket.

(iwd/iwd)