Beragam Kejanggalan Berbuntut Makam Pegawai Kafe di Mojokerto Dibongkar

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 09 Jan 2021 18:34 WIB
Ibu Nanda menunjukkan foto anaknya semasa hidup, makamnya di mojokerto dibongkar
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Kematian Ananda Putra Wiyanto alias Nanda (18) yang dinilai tak wajar membuat makamnya harus dibongkar untuk autopsi. Kasus ini mencuat setelah ibu korban menemukan sejumlah kejanggalan pada kematian pegawai kafe di Mojokerto tersebut.

Ibu Kandung Nanda, Wiwik Nur Astutik (37) mengatakan putra sulungnya itu baru tiga hari bekerja di Kafe Gama, Desa/Kecamatan Pacet. Menjadi pegawai bagian administrasi di kafe adalah pengalaman kerja pertama lulusan sekolah perhotelan dan kapal pesiar di Madiun tersebut.

Namun, pengalaman pertama bekerja di Kafe Gama justru menjadi petaka bagi Nanda. Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Wiwik Nur Astutik (37) dan Agus Heriyanto (41) itu tewas dengan luka parah di kepala belakang, Minggu (3/1).

Wiwik dan suaminya menemukan sejumlah kejanggalan pada kematian Nanda. Sehingga dia membuat pengaduan ke Polres Mojokerto pada Senin (4/1).

Makam korban di TPU Dusun Soso, Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet dibongkar Selasa (5/1) malam. Polisi menerjunkan tim dokter forensik dari RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo untuk mengautopsi jenazah korban.

"Yang janggal salah satunya bosnya Nanda ini menghilang setelah Nanda meninggal dunia. Saya tanya apa penyebab Nanda terluka, awalnya alasan dia karena kecelakaan," kata Wiwik kepada wartawan di rumahnya, Dusun Soso, Desa Cepokolimo, Sabtu (9/1/2021).

Ibu tiga anak ini menjelaskan, sebelum celaka, Nanda terakhir kali diketahui bersama GM (26), pemilik Kafe Gama pada Sabtu (26/12). Karena sekitar pukul 21.00 WIB, Nanda pamit ke dirinya melalui WhatsApp akan menginap di rumah GM di Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Mojokerto. Korban naik satu mobil dengan GM, serta satu pria dan dua perempuan.

Keesokan harinya, Minggu (27/12) sekitar pukul 13.00 WIB, Wiwik menerima kabar dari GM melalui pesan WhatsApp. Pemilik Kafe Gama itu mengatakan Nanda dirawat di RSUD Sidoarjo lantaran mengalami kecelakaan.

"Saat di rumah sakit, kondisi Nanda sudah tidak sadarkan diri. GM sudah tidak ada, yang mengantarkan Nanda hanya ibu dan kakak kandung GM," ungkap Wiwik.

Sebelum itu, lanjut Wiwik, ternyata Nanda sempat dibawa ke RS Dharma Husada di Ngoro. Perawat IGD rumah sakit tersebut menyebutkan, korban masih bisa berjalan sendiri saat datang. Saat itu, korban diantar GM dan teman-temannya.

Lihat juga video 'Kafe Disegel Buntut Lurah Cipete Dikeroyok Pengunjungnya':

[Gambas:Video 20detik]