Kedelai Mahal, Warga Blitar Bikin Alternatif Tempe Lamtoro

Erliana Riady - detikNews
Sabtu, 09 Jan 2021 10:08 WIB
Warga Blitar Bikin Alternatif Tempe Lamtoro
Tempe lamtoro (Foto: Erliana Riady/detikcom)

Biji lamtoro sebanyak itu, bisa dibuat dua kali produksi. Dengan komposisi biji lamtoro sekitar 17 kg dan bahan campuran sekitar lima kg, Nurlia bisa menjadikan tempe lamtoro sebanyak 450 bungkus. Ongkos produksinya terpangkas banyak, karena kayu bakar di perapian tungkunya diambil dari lahannya sendiri.

"Seminggu pisan lakku gawe dik. Ngko tak setorno pasar bendino Minggu. Sak bungkus tak dol Rp 1.000, dadi seminggu olehku bayaran Rp 450 ewu (Seminggu sekali aku bikinnya. Tiap Minggu saya setor ke pasar. Sebungkus saya jual Rp 1000, jadi bayaranku per minggu Rp 450 ribu)," paparnya dengan tersenyum.

Yang menarik, setiap memulai aktivitas selama proses produksi, Nurlia selalu mantap membaca Basmallah. Baginya, membuat makanan, ini adalah bentuk ibadahnya kepada Sang Maha Pencipta. Ibu dari lima anak yang kini tinggal sendiri ini, tak mengejar untung lebih dalam berdagang. Padahal, betapa berat dan ribetnya proses produksi tempe yang langka ini. Dari proses awal sampai akhir, benar-benar dikerjakan sendiri.

"Mesakne langgananku lak aku ora gawe dik. Podo nggoleki mrene. Olehane kenek gawe nyambangi tonggo sing loro, kenek gawe nyumbang tonggo sing slametan. Lak enek turahe ditabung gawe sangu kaji (Kasihan pelangganku kalau tidak buat. Mereka pada mencari sampai kesini. Hasilnya dagang, bisa buat menjenguk tetangga yang sakit, bisa buat menyumbang tetangga kalau ada yang hajatan. Sisanya buat pegangan nanti naik haji)," ucapnya polos.

Nurlia dan emaknya, seharusnya berangkat Haji pada akhir 2019 lalu. Namun pandemi COVID-19, memudarkan mimpinya yang ingin beribadah ke Baitullah sebelum ajal menjemput. Nurlia ikhlas apapun yang terjadi, asal kewajiban pembayaran calon jemaah haji telah dia lunasi.

Warga Blitar Bikin Alternatif Tempe LamtoroWarga Blitar Bikin Alternatif Tempe Lamtoro/ Foto: Erliana Riady

Tempe lamtoro bikinan Lek Nur, begitu orang pasar menyebutnya, memang terkenal enak dan murah. Di tingkat pedagang, tempe lamtoro ini dijual seharga Rp 1500 per bungkus. Dan sekalinya dipajang, bakalan habis dalam tempo beberapa jam saja.

"Saya selalu nunggu hari Minggu ke pasar. Ya mau beli tempe lamtoro ini. Kalau digoreng itu kenyil-kenyil gurih. Gak kalah enak sama tempe kedelai. Cocok buat camilan menyehatkan," ujar Yulia pelanggan asal Kalipang.

Selain tempe lamtoro, Nurlia juga memproduksi tempe benguk. Harga per bungkusnya Rp 2.000 dan dijual pedagang Rp 2.500/bungkus. Rasanya, juga sangat gurih dan membuat kangen para perantau.

"Tempe lamtoro dan benguk bikinan Lek Nur memang paling mantul. Saya sering pesen yang baru dibungkus buat dikirim anak saya di Jakarta. Lha kangen katanya," pungkas Siti Salamah, pelangganya dari Desa Bacem.

Halaman

(fat/fat)