PPKM Jawa-Bali, Pemkot Malang-Batu: Kita Ikuti

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 14:58 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto telah mengumumkan akan ada pembatasan baru di Jawa-Bali pada 11-25 Januari 2020. Pemkot Malang akan mengikuti dan memformulasikan dengan pemda di Malang Raya, soal teknis pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Pemda di Malang Raya berembuk/Foto: Istimewa

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, bersama pemda se-Malang Raya tengah memformulasikan untuk menyamakan teknis pelaksanaan PPKM. "Tetapi tadi menurut Pak Pangdam, ternyata besok akan ada rakor virtual dari provinsi. Forkopimda seluruh Jatim sehingga besok kita tunggu itu," imbuh Dewanti.

Menurut Dewanti, pihaknya akan segera mensosialisasikan jika pemberlakuan PPKM telah diputuskan kepada pelaku usaha dan wisata di Kota Batu.

"Seperti biasa kami akan bersurat kepada seluruh jajaran, termasuk pelaku-pelaku usaha baik hotel, restoran maupun pariwisata. Kami juga bekerjasama dengan Polri dan TNI, mereka pasti masif sampai tingkat Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk sosialisasi," tuturnya.

Dewanti mengungkapkan, adanya pemberlakuan PSBB tentu akan berdampak pada sektor ekonomi. Kendati begitu, keselamatan masyarakat menjadi kepentingan utama.

"Ya apapun kita harus mementingkan keselamatan masyarakat. Jadi tentu saja akan berdampak dari segi ekonomi. Tapi itu kan tidak lama. Hanya 2 minggu, tanggal 11 sampai 25. Itu yang kita minta pengertian dan akan kita sosialisasikan ke masyarakat. Sehingga ini demi kebaikan," ungkapnya.

Dewanti juga memastikan tidak akan ada penutupan tempat wisata saat PSBB diberlakukan. Namun, pembatasan pengunjung akan diberlakukan.

"Tidak ditutup, kan ada pembatasan tempat wisata yang open space itu tidak masalah. Dan perlu diketahui, sekarang pun itu sudah dibatasi 50 persen. Jadi contohnya, kayak Selecta, itu berkapasitas 10.000 sampai 12.000. Itu dibatasi hanya 5.000. Yang datang 1.000 aja alhamdulillah. Itu situasi kondisinya. Sehingga tempat wisata tidak begitu mengkhawatirkan," pungkasnya.


(sun/bdh)