Pengusaha Tahu & Tempe di Sidoarjo Juga Mogok Produksi 1-3 Januari

Suparno - detikNews
Kamis, 31 Des 2020 15:44 WIB
tahu
Sukari, salah satu pengusaha tahu di Sidoarjo (Foto: Suparno)
Sidoarjo - Pengusaha tahu dan tempe di Sidoarjo juga ikut mogok tidak produksi selama tiga hari, 1-3 Januari 2021. Aksi itu dilakukan sesuai arahan dari Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo).

Aksi itu dilakukan menyikapi harga kedelai yang terus naik dan berdampak kepada biaya produksi maupun harga jual tahu dan tempe.

Ketua Primer Koperasi Karya Mulya di Desa Sepande, Candi, Sidoarjo Sukari mengatakan bahwa pihaknya juga menerima surat edaran dari Gakoptindo agar melakukan mogok tidak produksi selama tiga hari. Ajakan mogok tersebut akibat dampak harga kedelai terus melonjak.

"Ajakan itu berlaku di wilayah Jawa Barat hukumnya wajib, namun kalau di wilayah Jawa Timur khususnya Sidoarjo tidak wajib, hanya imbauan," kata Sukari kepada detikcom di Koperasi Karya Mulya, Kamis (31/12/2020).

Sukari menjelaskan meski di Sidoarjo sifatnya hanya imbauan, namun para pengusaha tahu dan tempe di Sidoarjo banyak yang mengikuti imbauan tersebut. Mereka melakukan mogok tidak produksi dengan tujuan utamanya bisa menaikkan harga jual tahu dan tempe di pasaran.

"Selain itu agar pihak pemerintah lebih memperhatikan mekanisme perdagangan kedelai. Karena selama ini perdagangan kedelai ditangani oleh pihak swasta. Kami berharap pemerintah bisa ikut mengendalikan harga kedelai," tambah Sukari.

Sukari yang juga seorang pengusaha tempe di Sidoarjo menambahkan harga kedelai sejak munculnya virus Corona terus naik. Saat ini harga kedelai mencapai Rp 9 ribu per kilogram.

Kebutuhan kedelai di Indonesia 90 persen merupakan kedelai impor. Sementara itu di Sidoarjo sendiri kebutuhan kedelai setiap bulannya sekitar 10 ribu ton.

"Dengan harga kedelai Rp 9 ribu perkilogram sangat merugikan para pengusaha tahu dan tempe. Apalagi saat musim pandemi seperti ini penghasilan sangat menurun, dengan harga itu semua pengusaha merugi," jelas Sukari.

Hal yang sama jga disampaikan oleh Farid salah satu pengusaha tahu di Desa Sepande, Sidoarjo, yang mengaku bahwa dirinya akan mengikuti imbauan untuk tidak produksi selama tiga hari. Meski sifatnya hanya imbauan, namun ia tetap tak berproduksi karena rata-rata semua pelanggan libur semua.

"Yang jelas kami libur karena pelanggannya libur. Kami berharap pemerintah ikut membantu pengusaha kedelai untuk menurunkan harga kedelai yang mencekik pengusaha tahu dan tempe," kata Farid. (iwd/iwd)