"Saya jualan sudah sekitar lima tahunan, namun kalau suara melengking sudah 4 tahunan. Waktu itu jualan sepi jadi saya teriak-teriak yang kenceng saat menjajakan. Kalau cuma suara kecil jarang ada yang beli," ujar Sumartini kepada detikcom, Sabtu (26/12/2020).
Semenjak cara jualannya diubah, dagangan Sumartini semakin ramai pembeli. Dan suara melengking akhirnya jadi ciri khas Sumartini yang dihapal pembelinya. Para pembeli juga merasa terhibur dengan cara ibu dua anak itu menjajakan dagangannya.
"Cara jualannya menarik pembeli karena pakai suara melengking. saya langganan di bu Sumartini. Yang dijual berbagai macam nasi dan lauk pauk dan kue tradisional. Lengkap pokoknya," ujar Wulan salah satu warga.
Hal serupa juga disampaikan Wahyu (35), warga Desa Banjarwaru. Ia bahkan hanya perlu pasang telinga saja jika ingin jajan ke Sumartini.
"Cara jualannya beda dengan yang lain. Teriakannya yang melengking sudah otomatis mengundang pembeli. Saya langganan hampir setiap hari. Yang dijual lauk pauk dan kue " ujar Wahyu.
Aksi perempuan 40 tahun itu sering menjadi bahan video warga yang mengabadikannya lewat kamera ponsel. Dan cara Sumartini menjajakan dagangnnya banyak yang viral di media sosial. (iwd/iwd)