PWNU Jatim Ingatkan Menag Tak Korek Luka Lama Soal Syiah dan Ahmadiyah

Amir Baihaqi - detikNews
Jumat, 25 Des 2020 14:26 WIB
Khatib Syuriah PWNU Jatim KH Safruddin Syarif
Khatib Syuriah PWNU Jatim KH Safruddin Syarif (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Menteri AgamaYaqut Cholil Qoumas akan mengafirmasi hak beragama kelompok Syiah dan Ahmadiyah agar tak terusir dari Indonesia karena perbedaan keyakinan. Menurut PWNU Jatim, permasalahan Syiah dan Ahmadiyah adalah masalah lama dan tak perlu dikorek kembali.

"Jadi andaikata ini adalah luka. Luka-luka yang mengering ini tak usah kita korek-korek kembali. Karena kearifan lokal sudah bisa menerima. Itu yang terpenting," tegas Khatib Syuriah PWNU Jatim KH Safruddin Syarif kepada detikcom, Jumat (25/12/2020).

"Kalau kearifan lokal sudah bisa menerima, maka tentu Jakarta secara nasional bisa mengambil hikmah dari situ. Sebab, kalau ini dikorek maka luka-luka yang lain itu akan muncul kembali," imbuhnya.

Kearifan lokal yang dimaksud yakni bahwa kelompok Syiah yang di Sampang sudah menyatakan taubat dan kembali ke Islam yang benar. Sedangkan Ahmadiyah di NTB, meskipun tetap pada pendirian ajarannya, namun maayarakat sudah saling sepakat menerima dan hidup berdampingan dengan damai.

"Karena untuk Syiah di Sampang itu sudah bertaubat. Menurut saya itu lebih bagus. Tentu ini kearifan lokal harus kita perhatikan. Kalau memang di situ sudah kembali rukun. Maka tidak perlu kita utak-atik kembali. Begitu juga saya ke NTB baru-baru ini setengah bulan lalu. Itu ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) yaitu Profesor Muslim namanya. Itu menginfomasikan di sini Ahmadiyah sudah bersepakat untuk tidak bersepakat," jelasnya.

"Artinya (bersepakat untuk tidak bersepakat) mereka warga sana sudah menerima Ahmadiyah. Menurut mereka Ahmadiyah tidak bisa digolongkan sebagai agama Islam karena nabinya berbeda. Tetapi mereka membiarkan untuk beribadah sesuai keyakinanya," lanjut Safruddin.

Menurut Safruddin, jika masalah Syiah dan Ahmadiyah yang sudah selesai melalui kearifan lokal diungkit kembali. Maka, ia khawatir akan kemunculan aliran-aliran lainnya yang ingin diizinkan.

Simak video 'Gus Yaqut: Lewat Kemenag, Saya Ingin Jadikan Agama Sebagai Inspirasi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2