Banser Blitar Ikut Jaga Misa di Gereja: Hubbul Wathan Minal Iman

Erliana Riady - detikNews
Jumat, 25 Des 2020 10:17 WIB
banser blitar
Banser Nglegok, Blitar, turut menjaga gereja (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Banser Kelurahan/Kecamatan Nglegok, Blitar ditugaskan menjaga misa Natal di desa di kecamatan ini. Pemandangan ini sangat menyejukkan. Banser meyakini ikut menjaga keamanan gereja saat Natal merupakan hubbul wathan minal iman.

Seperti yang terlihat di Gereja Sidang Jemaat Kristus Pengasih di Jalan Sulaiman, Kelurahan Nglegok. Ada empat anggota banser dengan seragam khasnya berwarna hijau tua, menjaga berlangsungnya ibadah misa Natal pagi ini.

Ketua PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Nglegok, Achmad Saifudin, mengatakan Ansor di tempatnya merupakan gabungan Banser dan infokom dengan jumlah anggota ratusan orang. Namun dalam pengamanan Natal tahun ini, hanya 20 personel yang bisa bergabung.

"Kami sebar di 10 titik gereja yang berada di wilayah Kecamatan Nglegok. Tentu saja kami bersinergi dengan TNI-Polri untuk mengamankan jalannya ibadah Natal ini," kata Saifudin kepada detikcom, Jumat (25/12/2020).

Tak hanya pagi ini, lanjut Saifudin, pengamanan Natal telah dilakukan Banser di desanya sejak semalam. Karena ada empat gereja yang menggelar misa Natal pada Kamis (24/12) malam.

Menurut Saifudin, Banser di desanya ikut terlibat pengaman Natal maupun perayaan umat beragam yang lain sejak tahun 2014 lalu. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun dengan lebih terorganisir dan berkoordinasi dengan pihak berwajib.

Tak hanya terlibat dalam pengamanan perayaan Natal, namun juga kegiatan ibadah agama lain seperti Hindu dan Budha. Karenanya di desa yang terletak di lereng Gunung Kelud ini, kehidupan antar umat beragamanya sangat rukun dan damai.

"Karena kami berkeyakinan, bahwa ikut menjaga tempat ibadah itu merupakan hubbul wathan minal iman. Wujud sikap mencintai negara ini. NKRI," tegasnya.

Saifudin mengaku, Banser Nglegok tidak ingin tragedi bom Natal Mojokerto tahun 2000 silam terulang di lain lokasi. Saat itu, Riyanto, anggota Banser Mojokerto, menjadi martir serangan teror bom di Gereja Eben Haezer Mojokerto.

"Kejadian itu sangat menyakiti hati kami sesama Banser. Sangat menyakiti hati umat Kristiani yang sedang beribadah. Dan sangat menyedihkan bagi keluarganya. Kami tidak ingin, tragedi itu terjadi lagi," pungkasnya.

(iwd/iwd)