Misa Tatap Muka Diperbolehkan di Kota Surabaya, Asal..

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 23 Des 2020 15:16 WIB
Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto
Kasatpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Dua hari menjelang Natal, Pemkot Surabaya memperbolehkan menjalankan misa di gereja. Namun ada beberapa syarat agar gereja tersebut bisa menggelar misa.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, jika gereja ingin melaksanakan misa tatap muka, harus mendapatkan dan mengajukan assesment ke Satgas COVID Kota Surabaya melalui BPB Linmas atau kecamatan terdekat. Namun pemkot tetap berharap pada pengurus gereja untuk melaksanakan misa secara virtual.

"Kemudian nanti akan dilakukan assesment protokol kesehatan, kira-kira boleh atau tidak melaksanakan misa. Kalau boleh berapa kapasitas maksimal jamaat yang boleh mengikuti Misa, kita akan lihat ventilasinya, sirkulasi udara, durasi melakukan misa dan jarak. Persiapan pelaksanaan natal, pemkot sudah memberikan seruan bersama terkait ketentuan pelaksanaan Misa," kata Eddy saat ditemui di Kantor Satpol PP Surabaya, Rabu (23/12/2020).

Pengajuan assesment sendiri terakhir dilakukan hari ini. Hingga kini, Eddy mengatakan sudah banyak yang mengajukan, tetapi tidak dapat memastikan jumlahnya.

Sedangkan untuk kuota maksimal jemaat hanya 25% dari kapasitas. Kemudian durasi juga dibatasi untuk tiap sesi. Sekali sesi maksimal dua jam dilaksanakan, kemudian gereja disterilkan agar bisa dilanjutkan Misa sesi dua.

"Satu sesi jumlah kapasitas akan dihitung satgas COVID-19, tergantung luasan gereja berapa jumlah jemaah yang diperbolehkan, 25% dari kapasitas, kalau kapasitas 200 yang datang ya 50. Durasi misa tidak boleh lebih dua jam. Kalau satu jam malah lebih baik, jarak antar jemaat 2 meter. Sehingga kita bisa meminimalisir penularan COVID-19," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pengawasan misa. Nantinya Satpol PP, TNI, Polri dan kecamatan akan melakukan pantauan-pantauan di gereja tatap muka.

"Kami berharap kepada pengurus gereja, selain melakukan pengamanan dari sisi COVID-19 juga pengamanan dari sisi fisik gereja tersebut," harapnya.

Nantinya saat Natal, Satpol PP akan menerjunkan 200 personel, Linmas 200 personel, kecamatan 5-10 personel untuk pengamanan.

(fat/fat)