Gejala COVID-19 Serang Fungsi Otak Pasien di Surabaya Didominasi Lansia

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 21 Des 2020 08:24 WIB
Isolation Quarantine Coronavirus Covid 19
Foto: Getty Images/Xesai
Surabaya -

Setelah anosmia menjadi gejala COVID-19 baru, kini delirium muncul di masyarakat. Delirium merupakan gejala yang menyerang mental atau fungsi otak dan membuat penderitanya mengalami kebingungan berat, kesadaran juga akan berkurang.

Kondisi ini dialami oleh sejumlah pasien COVID-19, khususnya pada kelompok lanjut usia (lansia). Gejala ini termasuk berkaitan dengan neurologis.

Pasien yang mengalami delirium ini menyerang mental sehingga membuat pengidap jadi kebingungan. Seorang akan merasa tidak terhubung dengan kenyataan, seolah dirinya sedang bermimpi.

Dokter spesialis paru dan yang menangani pasien COVID-19 di RS Unair Surabaya, dr Alfian Nur Rasyid SpP mengatakan, pasien COVID-19 dengan gejala delirium cenderung menyerang lansia. Hampir 3 persen pasien yang dirawat di RSKI Unair mengidap delirium.

"Rata-rata pasien yang memiliki gejala delirium usianya 50-60 tahun lebih. Pasien yang dirawat dengan gejala ini ada 2-3 persen," kata Alfian saat dihubungi detikcom, Senin (21/12/2020).

Pasien dengan gejala delirium di RSKI Unair cenderung dalam kondisi berat. Penanganannya pun terbilang lebih sulit dibandingkan pasien COVID-19 dengan gejala lain.

Selanjutnya
Halaman
1 2