Diskusi Lintas Agama Cegah Intoleransi di Sidoarjo

Suparno - detikNews
Sabtu, 19 Des 2020 17:43 WIB
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Sidoarjo sepakat memperkuat kampanye menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kampanye ini setelah dirasa meningkatnya sikap intoleransi dan memecah belah bangsa.
Diskusi Lintas Agama di Sidoarjo/Foto: Istimewa
Sidoarjo - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Sidoarjo sepakat memperkuat kampanye menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kampanye ini setelah dirasa meningkatnya sikap intoleransi dan memecah belah bangsa.

Dua perwakilan dari elemen mahasiswa Sidoarjo dan beberapa tokoh agama menjadi narasumber dalam Diskusi Lintas Agama, yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Nasional (AMAN) Indonesia bertajuk 'Toleransi Beragama serta Berpancasila, Berbangsa, dan Bernegara' di Sidoarjo, Jumat (18/12) malam.

M Bhakti Dede S, selaku Ketua Cabang AMAN Indonesia Kabupaten Sidoarjo, dalam kata sambutannya menyampaikan, untuk selalu berkampanye dalam hal menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, yang berlandaskan Pancasila, melalui sikap toleransi. Dikarenakan Indonesia terbentuk dari beragam suku agama dan ras.

"Sangat disayangkan apabila masyarakat Indonesia terpancing oleh isu maupun bujukan dari segelintir orang demi kepentingan kelompok atau golongannya, dan intoleransi selalu dijadikan alat untuk memecah belah," kata Bhakti dalam sambutannya, Sabtu (19/12/2020).

Sementara Ketua PC PMII Sidoarjo, Romlah mengatakan, Bangsa Indonesia sudah saatnya berpikir bagaimana menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dan keunggulan, ketimbang ribut membahas perbedaan. Menurut dia, perbedaan dan keragaman bisa dimanfaatkan untuk meraih berbagai keuntungan. Dari keuntungan finansial hingga keuntungan berbangsa dan bernegara.

"Kita diciptakan oleh Tuhan berbeda-beda. Dengan demikian, kita memang ditakdirkan berbeda, tapi bukan dalam maksud perpecahan. Bagaimana kita menciptakan kekayaan budaya dan agama sehingga menjadi sebuah kekayaan baru," kata Romlah.

Lalu Ketua PC IMM Sidoarjo, Ilham Akbar Noor M menilai, mahasiswa memiliki peranan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta menegakkan ideologi Pancasila. "Jadi, mahasiswa akademisi seperti kita ini tidak boleh duduk diam saja melihat intoleransi dan sikap perpecahan," kata Ilham.

Mahasiswa IMM, kata dia, selalu berupaya melawan intoleransi dengan mempelajari/memahami definisi intoleransi itu sendiri, sekaligus memperbanyak ruang berdiskusi dan bertukar pikiran.

Selanjutnya
Halaman
1 2