Siswi SMA yang Lahirkan dan Bunuh Bayinya Diancam 15 Tahun Penjara

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 18:45 WIB
penemuan bayi di mojokerto
Di toilet umum ini bayi dibunuh lalu dibuang ke sungai (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Mayat bayi laki-laki yang ditemukan warga di sungai Dusun/Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto ternyata dilahirkan dan dibunuh seorang siswi SMA. Gadis berusia 15 tahun itu harus menghadapi ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Pelaku berinisial VL (15), warga Kecamatan Mojoanyar. Siswi kelas X SMA itu ditangkap di rumahnya pada Sabtu (12/12).

Kini dia ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polres Mojokerto. VL ditempatkan di ruangan khusus yang terpisah dari tahanan lainnya.

"Tersangka kami kenakan pasal 80 Undang-undang Perlindungan Anak dan pasal 342 KUHP," kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra kepada wartawan di kantornya, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Rabu (16/12/2020).

Pasal 80 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak mengatur sanksi pidana bagi pelaku kekerasan terhadap anak. Karena korban meninggal dunia, VL disangka dengan pasal 80 ayat (3). Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

Sedangkan pasal 342 KUHP tentang Ibu Membunuh Bayi yang Baru Dilahirkan dengan terencana. Ancaman pidana pada pasal ini 9 tahun penjara.

Selain meringkus VL, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. "Barang bukti yang kami amankan pakaian pelaku dan hasil visum pelaku," terang Rifaldhy.

Saat ini polisi masih mendalami alasan VL tega membunuh bayi yang baru dia lahirkan, serta pria yang menghamilinya.

VL melahirkan bayinya seorang diri di WC umum (ponten) Dusun/Desa Gayaman pada Senin (7/12) dini hari. Bayi laki-laki itu dia buang ke sungai di dekat ponten setelah dihabisi nyawanya.

Mayat bayi yang dilahirkan VL ditemukan warga mengapung di sungai Dusun/Desa Gayaman, Senin (7/12) sekitar pukul 05.00 WIB. Bayi laki-laki itu berbobot 2,7 Kg dengan panjang 47 cm

(iwd/iwd)