COVID-19 Masih Tinggi, Khofifah Minta Warga Tak Rayakan Pesta Tahun Baru

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 15 Des 2020 16:18 WIB
gubernur khofifah
Gubernur Khofifah (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Menjelang libur panjang Natal, Tahun Baru 2021 serta cuti bersama, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengimbau warga Jatim tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Khofifah meminta pesta-pesta lebih baik tidak dilakukan.

"Saya sudah mengkoordinasikan untuk pesta-pesta atau peringatan pergantian tahun baru, kita tidak menseyogyakan untuk dilakukan," ujar Gubenur Khofifah di Surabaya, Selasa (15/12/2020).

Khofifah menjelaskan, kasus COVID-19 di Jatim akhir-akhir ini sedang tinggi. Hal ini, lanjut dia, berseiring dengan tingginya kasus provinsi-provinsi di Jawa.

"Saya ingin menyampaikan, angka penyebaran COVID-19 di Jatim menunjukkan data yang relatif tinggi meskipun kita di Indonesia nomor 4 di bawah Jateng, Jabar dan DKI Jakarta," terangnya.

"Tetapi ini semua terkoneksi antara Jatim, Jateng, Jabar, DKI Jakarta, semua terkoneksi. Oleh karena itu, Untuk tahun baru ini kita tidak melakukan sesuatu yang memungkinkan menjadinya kerumunan-kerumunan," lanjutnya.

Mantan Mensos RI ini berpesan, warga tidak bereuforia dalam perayaan natal dan tahun baru. Bila terjadi kerumunan dalam jumlah besar, ada kemungkinan muncul klaster penyebaran COVID-19 yang baru.

"Oleh karena itu, untuk tahun baru ini kita tidak melakukan sesuatu yang memungkinkan menjadinya kerumunan-kerumunan, (Yang menyebabkan) klaster baru terjadi. Dan sekarang kita berhrap bahwa masyarakat makin disiplin dan makin patuh dengan protokol kesehatan," ujarnya.

Khofifah menambahkan, COVID-19 belum berhenti. Ia berharap warga tidak melonggarkan prokes.

"Ingat hari ini COVID-19 belum berhenti penyebarannya. Harapan kita jangan ada yang melonggakran disiplin terhadap protokol kesehatan," pungkasnya.

(fat/fat)