Mengejutkan, Cabup Petahana Pilbup Blitar Tumbang di Quick Count PKB

Erliana Riady - detikNews
Kamis, 10 Des 2020 08:28 WIB
Cabup Petahana Blitar Tumbang di Hitung Cepat PKB
Foto: Erliana Riady
Blitar -

Cabup Blitar petahana tumbang di quick count versi PKB. Hal ini tentu saja di luar prediksi banyak orang. Sebab paslon Rini Syarifah-Rahmad mengklaim unggul di 18 dari 22 kecamatan Kabupaten Blitar.

Pukul 21.22 WIB, Rabu (9/12/2020) data 100 persen masuk ke posko pemenangan PKB. Hasilnya, paslon 01 Rijanto-Marhaenis memperoleh suara sebanyak 258.189. Atau 39.53 persen. Sedangkan pasangan Rini-Rahmad memperoleh suara sebanyak 369.285. Atau sebesar 56,54 persen. Sedangkan sebanyak 25.638 suara dinyatakan tidak sah. Atau sebesar 3,39 persen.

Perolehan suara paslon yang diusung PKB, PAN dan PKS ini benar-benar di luar dugaan. Selain karena figur mereka benar-benar baru bagi warga Kabupaten Blitar, DIP menggandeng sangat besar untuk memenangkan meraup suara terbanyak dalam Pilbup Blitar 2020 ini. PDIP berkoalisi dengan Gerindra, PPP, Demokrat, Nasdem dan Golkar.

"Kami unggul di 18 kecamatan. Hanya empat kecamatan yang kalah. Yakni Talun, Wlingi, Selorejo dan Doko. Kebiasaan memang kalau PKB punya calon, ini basisnya kota ke barat. Alhamdulillah sekarang Blitar selatan kita juga menang," kata Ketua Tim Pemenangan Rini-Rahmad, Abdul Munib kepada detikcom, Rabu (9/12/2020).

Menurut Munib, selama ini calon yang diusung selalu didiskreditkan bukan warga asli Blitar. Padahal selama dipimpin warga asli Blitar, pembangunan justru tidak merata di wilayah pinggiran. Di sinilah celah yang dimanfaatkan tim sukses PKB untuk mendekati masyarakat akar rumput.

"Kami hanya membalik isu yang dihembuskan lawan. Kami mendekati mereka tanpa kepentingan kewilayahan. Kami juga memanfaatkan terlalu percaya dirinya incumbent sehingga kami masuk ke level paling bawah masyarakat," ungkapnya.

Kemenangan new comer ini tentu tidak gampang ke depannya. Apalagi Kabupaten Blitar birokrasi Kabupaten Blitar sudah 'terbiasa' dipimpin politisi PDIP. Bagaimana cara Rini-Rahmad menjalin komunikasi politik agar bisa berjalan dengan nyaman antara eksekutif, legislatif dan yudikatif. Ini jawaban Rahmad Santoso yang berlatar belakang Ketua Umum Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI).

"Insya Allah semua jadi saudara. Selama ini saya dari advokat menjalin hubungan baik dengan semua partai. Saya dekat dengan pimpinan-pimpinan PDIP, termasuk Demokrat dan lain sebagainya. Pilihan telah usai, tidak ada 01 atau 02, semua akan bekerja bersama-sama. Dan kami akan segera berkoordinasi agar bisa seiring sejalan," pungkasnya.

(fat/fat)