Ratusan Emak-emak Terdampak COVID-19 Dapat Beras Gratis

Enggran Eko Budianto - detikNews
Minggu, 06 Des 2020 14:09 WIB
Ratusan Emak-emak Terdampak COVID-19 Dapat Beras Gratis
Polres Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto -

Gotong-royong masyarakat bersama polisi dan TNI menggunakan mobil jimpitan beras Polres Mojokerto akhirnya berbuah manis. Beras yang dikumpulkan dibagikan secara gratis ke 200 emak-emak terdampak pandemi COVID-19.

Mobil jimpitan Polres Mojokerto selama ini mengumpulkan bantuan beras dari warga yang tergolong mampu. Sumbangan beras juga datang dari Kapolri Jendral Polisi Idham Azis dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.

"Kami punya stok 10 ton beras ditambah jimpitan beras dari masyarakat yang jelebihan beras. Kegiatan ini karena bantuan Bapak Kapolri dan Kapolda untuk dibagikan ke warga terdampak pandemi COVID-19," kata Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander kepada detikcom, Minggu (6/12/2020).

Satu ton beras hasil gotong-royong tersebut dibagikan ke 200 emak-emak di Desa Sumber Girang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Menggunakan mobil jimpitan, Kapolres Dony membagikan beras ke warga terdampak pandemi COVID-19 tersebut. Bagi-bagi beras gratis juga akan menyasar desa lainnya di Kabupaten Mojokerto.

"Ciri-ciri dari persatuan Indonesia salah satunya dengan gotong-royong. Dengan gotong-royong ini, dengan sinergitas TNI-Polri akan selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Semoga bisa dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Mojokerto," terangnya.

Perwakilan emak-emak Desa Sumber Girang Mufidah (39) menjelaskan, banyak warga di tempat tinggalnya yang terkena dampak ekonomi pandemi COVID-19. Bantuan beras setidaknya meringankan beban hidup masyarakat setempat.

"Warga sangat terdampak pandemi COVID-19 karena di sini banyak pengusaha yang gulung tikar selama pandemi. Seperti usaha sepatu, sandal dan kerupuk," ungkapnya.

Seperti yang dirasakan Kustin (43), penjahit warga Desa Sumber Girang. Penghasilannya anjlok sejak virus Corona mewabah. Yaitu dari Rp 1 juta per bulan menjadi hanya Rp 300-400 ribu saja. Terlebih lagi ibu satu anak ini luput dari semua bantuan pemerintah.

"Sekarang suami cari kerja serabutan di sawah supaya cukup untuk makan," jelasnya.

(fat/fat)