Meski Idap Gangguan Jiwa, Pria Bacok Tetangga Hingga Tewas Jadi Tersangka

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 18:16 WIB
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Meski disebut mengidap gangguan jiwa, Khusnul Khuluk (40) ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Khusnul membacok dua tetangganya hingga salah seorang korban tewas.

"Yang bersangkutan (Khusnul) kami tetapkan sebagai tersangka karena dua alat bukti sudah terpenuhi," kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra kepada detikcom, Kamis (3/12/2020).

Hangga menjelaskan Khusnul disangka dengan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan atau pasal 351 ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan. Hukuman 15 tahun penjara sudah menantinya.

"Hari ini yang bersangkutan menjalani pemeriksaan. Untuk motif dan lainnya akan kami sampaikan lebih lanjut," terang Rifaldhy.

Khusnul membacok dua tetangga dekatnya pada Rabu (2/12) sekitar pukul 08.00 WIB. Korban pertama yaitu Jamilin (57), warga Dusun Belahan, Desa Brayung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Tersangka membacok korban menggunakan celurit. Saat itu korban berada di dalam kamar rumahnya. Akibatnya, Jamilin menderita luka bacok 4 cm pada punggungnya. Korban tewas saat dilarikan ke RSI Sakinah.

Setelahnya, Khusnul membacok Kaswari yang juga tetangga dekatnya. Kakek 82 tahun itu sedang berada di belakang rumah Jamilin. Beruntung korban hanya mengalami luka gores pada leher dan tangan kiri.

Warga setempat menyebut Khusnul mengidap gangguan kejiwaan sejak sekitar 5 tahun yang lalu. Duda yang belum mempunyai anak itu beberapa kali dirawat di rumah sakit jiwa.

Namun, Rifaldhy memastikan tersangka dalam kondisi normal. Karena Khusnul mampu menjawab berbagai pertanyaan penyidik.

"Kami menunggu hasil pemeriksaan, apakah dirasa perlu (pemeriksaan kejiwaan) atau tidak. Saat ini pemeriksaan masih berjalan. Yang bersangkutan masih bisa menjawab apa yang menjadi pertanyaan penyidik," tandasnya.

(iwd/iwd)