Warga Surabaya Kendor Prokes, Pemkot Pertegas Sanksi di Perwali

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 19:55 WIB
Pemkot Surabaya menggelar tes swab mendadak di Pasar Pucang Anom
Tes swab dadakan di Pasar Pucang (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Surabaya -

Warga Surabaya mulai mengabaikan protokol kesehatan saat pandemi COVID-19 belum berakhir. Pemkot Surabaya pun mempertegas sanksi yang ada dalam Perwali No 33 tahun 2020.

Wakil Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, dalam penerapan sanksi nantinya akan lebih dipertegas lagi. Seperti setiap aktivitas harus mendapatkan izin dari satgas COVID-19. Jika tidak, kegiatan tidak bisa dijalankan.

"Salah satu pointnya di situ dipertegas di situ. Misalnya ada kegiatan hajatan dan kemudian di situ dipandang tempatnya tidak layak, ketika tidak direkomendasikan ya jangan dijalankan. Ketika itu dijalankan ya akan kita hentikan. Nanti di perwali itu akan ditambahi sanksi," kata Irvan di ruang kerjanya, Selasa (1/12/2020).

Namun Irvan tidak bisa menjelaskan isi sanksi terbaru. Sebab, perwali itu masih dibahas. Pastinya isi dari perwali itu diubah lebih dari 50 persen.

"Kalau perwali No 33 itu kan menyangkut perubahan atas Perwali No 28. Kalau ini perwali yang baru karena menyangkut 50 persen berubah," jelasnya.

Sementara untuk jam malam di perwali masih tetap pukul 22.00 WIB. Karena tidak sedikit yang teledor akan penerapan protokol kesehatan, maka sanksi jam malam juga akan dipertegas.

"Ketika ada yang melebihi jam itu, maka tidak menutup kemungkinan akan dipertegas dalam penerapan sanksinya. Sesuai dalam perwali yang baru," ujarnya.

Sebelumnya, Pemkot Surabaya menyebut masyarakat mulai teledor protokol kesehatan sejak long weekend akhir bulan Oktober lalu. Sehingga Wali Kota Risma meminta Satgas COVID-19 Surabaya untuk melakukan swab dadakan di Pasar Pucang dan Pasar Wonokromo berdasarkan hasil tracing.

(fat/fat)