Tambah 18, Jumlah Pegawai Positif COVID-19 di Dinas Perizinan Lamongan Jadi 21

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 18:51 WIB
Dinas Perizinan Lamongan
Dinas Perizinan Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Jumlah pegawai yang positif COVID-19 di Dinas Perizinan atau Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lamongan bertambah. Dari 3 pegawai kini bertambah 18 sehingga total menjadi 21 pegawai.

Kepala Prokopim Pemkab Lamongan Arif Bachtiar mengatakan dari tracing yang dilakukan Satgas COVID-19 terhadap 3 pegawai di Dinas Perizinan, jumlah pegawai yang terpapar COVID-19 di dinas ini bertambah menjadi 21 orang atau bertambah 18 orang.

"Satgas melakukan full tracing dari 3 pegawai DPMPTSP. Dari full tracing ini jumlah yang terpapar bertambah dari 3 orang menjadi 21 orang atau bertambah 18 orang," kata Arif ketika dihubungi wartawan, Selasa (1/12/2020).

Dikatakan oleh Arif, ke 21 pegawai Dinas Perijinan ini semuanya sudah mendapatkan tindakan medis dan telah melakukan isolasi mandiri karena terpapar COVID-19 tanpa gejala. Kantor dinasnya sendiri, menurut Arif, telah dilakukan disinfektasi selama 3 hari pada Jumat hingga Minggu kemarin.

"Ke 21 pegawai ini telah mendapat tindakan medis dan telah melakukan isolasi mandiri," kata Arif.

Arif menambahkan pelayanan di DPMPTSP Lamongan tetap berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pengetatan, papar Arif, dilakukan pada pegawai di mana pegawai yang masuk di bagian pelayanan dipastikan benar-benar dalam kondisi sehat dan tidak komorbid dan pegawai lainnya bekerja dari rumah.
"Pengetatan juga dilakukan terhadap masyarakat yang akan meminta layanan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," tandasnya.

Tindakan lain yang dilakukan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 ini, kata Arif, adalah melakukan sterilisasi terhadap semua perangkat ketika jam pelayanan telah selesai.

"Karena ini adalah kantor pelayanan publik sehingga tidak mungkin tutup. Kami berupaya untuk melakukan langkah-langkah untuk mencegah agar penyebaran virus tidak bertambah," imbuhnya.

(iwd/iwd)