Menuju Bebas dari Korupsi, Lapas Banyuwangi Dinilai Berhasil Bina Warga Binaan

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 16:00 WIB
Lapas Banyuwangi Dinilai Berhasil Bina Warga Binaan
Lapas Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Tim Penilai Nasional (TPN) Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menilai Lapas Kelas IIA Banyuwangi. Mereka menilai positif kegiatan pembinaan di Lapas Banyuwangi. Salah satunya adalah pembinaan handicraft telah diekspor di lima negara.

Tujuan ekspor handicraft buatan warga binaan Lapas Banyuwangi ini dikirim ke 5 perusahaan besar di Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat. Diantaranya Mitsubishi dan Kowabo di Jepang, Daiso dan Asung di Korea Selatan serta Lennox di Amerika Serikat. Mereka tertarik berbagai peralatan makan dan perabotan berbahan kayu dan natural.

"Ini menjadi salah satu poin dimana kegiatan pembinaan di Lapas Banyuwangi berhasil. Tentu ini menjadi penilaian positif bagi kami dalam menentukan penilaian akhir Lapas Kelas IIA Banyuwangi," ujar Paulus Yulius, Ketua TPN Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) kepada detikcom, Selasa (1/12/2020).

Selain melihat pembinaan handicraft, dalam kunjungannya, TPN melihat dan mengecek langsung seluruh layanan serta inovasi-inovasi di Lapas Kelas IIA Banyuwangi, diantaranya layanan penitipan barang(pengecekan ruang tunggu kunjungan dan alur layanan penitipan barang), pembinaan seni musik, pembinaan batik, layanan video call dan persiapan kunjungan new normal dengan penerapan protokol kesehatan.

"Kami melakukan penilaian pada tahap evaluasi lapangan. Masing-masing Lapas memiliki keunggulan beda. Tapi konsep dan kultur sel dibangun di Lapas Banyuwangi kita lihat sangat baik. Hanya kendala teknis digitalisasi saja konsepnya dan sistem pengamanan juga baik," ujarnya.

Menurutnya, ada 6 komponen yang dinilai dalam penilai pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Antara lain adanya manajemen perubahan, konsep tata laksana, pembinaan SDM, akuntabilitas kinerja, pengawasan dan pelayanan publik.

"Pesan saya nanti jika sudah WBK harus ditingkatkan dan dipertahankan. Biasanya setelah mendapatkan WBK kendor lagi. Ini yang harus diwaspadai. Harus di tingkatkan ke jenjang selanjutnya," pungkasnya.

Sementara itu, Kalapas Kelas II A Banyuwangi, Ketut Akbar Hery Achyar mengatakan, kegiatan penilaian ini menjadi standart utama dalam peningkatan Lapas Banyuwangi. Pihaknya berharap Lapas Banyuwangi meraih predikat WBK dan bisa meraih jenjang yang lebih tinggi yakni WBBM.

"Tentu dari penilaian ini kami bisa mengukur kinerja kami. Apa yang kurang dan yang perlu ditingkatkan. Mohon doanya,"ujarnya.

(fat/fat)