Sekeluarga Terseret Air Sungai, Polisi Banyuwangi Imbau Wisatawan Waspada

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 18:11 WIB
Sekeluarga Terseret Air Sungai, Polisi Banyuwangi Imbau Masyarakat dan Wisatawan Waspada
(Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi - Imbas adanya satu keluarga yang diterjang air bah saat berwisata di Kalibendo, membuat aparat keamanan dan petugas tanggap bencana waspada. Mereka mengimbau agar masyarakat, pengelola destinasi wisata dan wisatawan waspada di beberapa titik rawan banjir, longsor dan bencana lain. Apalagi saat ini kondisi cuaca diakui tahun sering dilanda hujan.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin mengatakan pada musim hujan ini pihaknya berharap masyarakat ataupun wisatawan untuk tidak melakukan kegiatan di sungai dan perairan. Karena bahaya banjir bisa mengancam siapapun.

"Tentu kamu mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan wisata di sungai dan perairan. Karena sangat berbahaya," ujarnya kepada detikcom, Senin (30/11/2020).

Sebelumnya, Sabtu (29/11), kata Kapolresta Arman, satu keluarga diterjang banjir bah di wisata Kalibendo. Dua orang tewas hanyut di lokasi kejadian. Oleh karena itu pihaknya akan memperketat pengamanan destinasi wisata sungai dan perairan. Tak hanya itu, pihaknya meminta kepada Bhabinkamtibmas untuk mengimbau masyarakat yang berada di bantaran sungai untuk juga waspada.

"Tentu patroli Bhabinkamtibmas kita perkuat untuk melakukan imbauan kepada masyarakat. Selain itu juga ke pengelola wisata juga. Selanjutnya juga kita terjunkan langsung beberapa personel yang memiliki skill dalam evakuasi dalam bencana alam,"pungkasnya.

Satu keluarga terbawa arus air bah saat berwisata di sungai Kalibendo, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah Banyuwangi. Nahas, sang ibu meninggal dunia akibat terseret arus sungai yang deras. Sementara anak yang paling kecil sampai saat ini belum diketemukan.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13.30 Wib, Minggu (29/11/2020). Mulanya, satu keluarga yang berasal dari Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi ini, tengah berwisata dan mandi di aliran sungai Kalibendo, tepatnya di sasak (jembatan) Jukung.

Air tiba-tiba saja besar dan menyeret 5 orang dalam satu keluarga yang berteduh di bawah jembatan. Kelimanya kemudian terseret dan jatuh dari air terjun tak jauh dari jembatan tersebut.

Sang bapak Mario (38) dan dua anaknya Kenzi (9), dan Falmera (3), berhasil selamat dan dievakuasi oleh warga, sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. Satu korban yakni sang ibu Linda Swantika (31) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara sang putera bungsu Raden Adipati Wirabumi (1), baru ditemukan pagi ini. (fat/fat)