Okupansi RS di Jatim Naik Dampak COVID-19 Melonjak, Satgas Mulai Waspada

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 14:57 WIB
Pasien COVID-19 di RS Darurat Jatim setelah sembuh
RS Lapangan Indrapura (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Kasus COVID-19 di Jawa Timur dalam beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan. Kenaikan ini berdampak pada BOR (Bed Occupancy Rate) rumah sakit di Jatim.

Jubir Satgas COVID-19 Jatim, dr Makhyan Jibril membenarkan hal tersebut. BOR rumah sakit di Jatim angkanya terus naik dan masuk status waspada.

"Ini dampak dari naiknya kasus COVID-19 pasca libur panjang cuti bersama. Tidak hanya Jatim, seluruh provinsi pun juga mengalami kenaikan. Ketika kasus naik, dampaknya memang naiknya okupansi rumah sakit. Jumlah kenaikan ini cukup diwaspadai," ujar Jibril kepada detikcom, Senin (30/11/2020).

Jibril menjelaskan batas aman yang ditetapkan WHO untuk BOR rumah sakit yakni 60 persen. Posisi di Jatim saat ini hingga data per-Sabtu (28/11) untuk bed ICU COVID-19 sudah terisi 316 dari 548 kapasitas yang tersedia. Terhitung untuk bed ICU, BOR-nya saat ini berada di angka 59 persen.

Okupansi RS di Jatim NaikOkupansi RS di Jatim Naik/ Foto: Faiq Azmi

Sedangkan untuk bed isolasi COVID-19, hingga Sabtu (28/11) terisi 3.715 dari 5.706 bed yang tersedia di Jatim. Terhitung BOR-nya berada di angka 65 persen.

Angka tersebut, kata Jibril, mulai mengkhawatirkan. Karena standar WHO 60 persen. Kasus aktif COVID-19 di Jatim sendiri saat ini berjumlah 2.841 kasus.

"Sekarang memang dalam fase waspada, karena BOR ada di angka 59-65 persen. Dan ini masalahnya yang BOR-nya yang tinggi nggak di semua daerah atau nggak merata. Salah satunya yang urgent sekarang ini di Malang Raya, karena BOR isolasi COVID-19 mencapai 70 persen," bebernya.

(fat/fat)