Tes Swab di Pasar Wonokromo, Banyak Pedagang dan Pembeli Pilih Kabur

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 13:13 WIB
tes swab di pasar surabaya
Pedagang Pasar Wonokromo pilih tutup toko dan kabur tak ikut tes swab (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Tes swab mendadak dilakukan oleh Pemkot Surabaya di Pasar Wonokromo. Beberapa pedagang memilih menutup lapaknya dan kabur.

Dari pantauan detikcom, masih terlihat beberapa pedagang dan pengunjung pasar yang mengikuti tes swab yang digelar sejak pukul 10.00 WIB. Namun sejumlah pengunjung pasar memilih kabur, begitu juga dengan pedagang yang memilih untuk menutup lapaknya dan juga pergi.

Padahal petugas Linmas, Satpol PP, TNI, dan Polri telah disebar untuk melakukan imbauan kepada pedagang dan pengunjung pasar untuk mengikuti tes swab.

"Bagi para pedangan minta tolong waktunya sebentar untuk melakukan tes swab. Cuman 5 menit bapak ibu, monggo," kata Juni, salah satu petugas Linmas dengan menggunakan pengeras suara, Senin (20/11/2020).

tes swab di pasar surabayaPedagang dan pembeli yang ikut tes swab (Foto: Deny Prastyo Utomo)

Meski petugas memberikan jaminan akan menjaga toko atau lapak para pedagang, namun pedagang enggan mengikuti arahan petugas.

"Tutup mas, karyawan belum datang-datang," kata salah satu pedagang pakaian di Pasar Wonokromo yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, beberapa pedagang dan pembeli yang memiliki kesadaran ada yang mengikuti arahan petugas untuk mengikuti tes swab. Salah satunya adalah Suli yang mengaku penting untuk mengikuti tes swab.

"Kalau perlu sih perlu. Karena ini kewajiban untuk warga Surabaya. Di tengah pandemi ini, harusnya semua warga harus di-swab seperti ini. Karena apa, biar pemerintah tahu kalkulasi keseluruhan, berapa yang terpapar. Kalau hanya mereka-reka kan tidak bisa. Kalau swab jelas," ungkap Suli.

Suli juga menegaskan, jika swab ini sangat penting untuk menentukan apakah pandemi ini usai atau belum.

"Penting sekali. Pemerintah juga belum tahu, benarkah pandemi ini sudah berlalu atau tidak," tandas Suli.

Sementara itu, Achmad Zamroni pedagang gerabah, mengaku kaget karena baru pertama kali mengikuti tes swab.

Zamroni juga memberanikan diri ikut tes swab karena di keluarganya juga ada yang memiliki komorbid dan juga ada anak balita.

"Karena di rumah ada yang komorbid juga dan ada balita juga. Takutnya (kenapa-kenapa). Saya nggak enak badan beberapa hari kemarin, takutnya ada gejala ke arah situ," ungkap Zamroni.

"Banyak yang takut, karena banyak yang merasa yang tidak sakit, semuanya pada lari," lanjut Zahroni.

Ia pun mengakui pentingnya mengikuti tes swab gratis dari Pemkot Surabaya. Sebab di tengah pandemi COVID-19 ini agar mendapatkan kepastian terpapar atau tidak.

"Buat pedagang juga biar tahu. Soalnya di dalam pasar ini kontaknya luar biasa. Sebenarnya kesadaran pedagang juga diperlukan karena sering kontak dengan orang," ungkap Zamroni.

"Harapannya kalau bisa dirutinkan seperti ini juga nggak apa-apa. Karena penularannya cepat sekali COVID-19 ini. Semoga Pemkot sering-sering tes swab," tandas Zamroni.

(iwd/iwd)