Pasar Pucang Diblokade, Ratusan Pedagang dan Pembeli Tes Swab Mendadak

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 11:18 WIB
Pemkot Surabaya menggelar tes swab mendadak di Pasar Pucang Anom
Akses jalan Pasar Pucang Anom diblokade (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Surabaya -

Pemkot Surabaya menggelar tes swab mendadak di Pasar Pucang Anom. Ratusan pedagang dan pengunjung terjaring langsung dilakukan tes swab.

Dari pantauan detikcom, puluhan petugas Satpol PP, Linmas, Polri dan TNI juga terlihat berjaga dan melakukan blokade di Jalan Pucang Anom. Mereka memblokade dari dua sisi dari barat dan timur menggunakan truk milik Satpol PP dan Linmas.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Irvan Widyanto mengaku alasan melakukan tes swab di Pasar Pucang Anom berdasarkan hasil tracing Dinkes Surabaya soal kesadaran masyarakat terkait protokol kesehatan mulai teledor.

"Dari hasil tracing oleh dinkes, pertama perilaku yang mulai teledor untuk penerapan protokol kesehatan di masing-masing individu. Dan juga hasil tracing aktivitas di pasar," kata Irvan Widyanto kepada detikcom, Senin (30/11/2020).

Pemkot Surabaya menggelar tes swab mendadak di Pasar Pucang AnomPemkot Surabaya tes swab mendadak di Pasar Pucang Anom/ Foto: Deny Prastyo Utomo

Berdasarkan hal tersebut, Irvan menjelaskan pihaknya bersama dengan Dinas Kesehatan, BPB Linmas untuk memulai melakukan tes swab di pasar seluruh Kota Surabaya yang dilakukan bergiliran.

"Ini sifatnya kita lakukan secara mendadak. Ini bukan operasi swab hunter, kalau swab hunter dilakukan oleh camat dan forkompinda kecamatan. Hari ini dilakukan mendadak dan dilakukan pemblokiran jalan. Selanjutnya kami mengajak secara humanis untuk dilakukan tes swab," ungkap Irvan.

Irvan menambahkan, para pedagang dan pembeli sempat kaget dengan tes swab mendadak. Namun setelah dijelaskan, akhirnya mereka mengikuti tes swab mendadak tersebut. Meski begitu masih tampak toko-toko tutup saat ada tes swab.

"Kita sampaikan, bahwa ini untuk menjaga mereka bersama, akhirnya mereka bisa menerimanya," tandas Irvan.

(fat/fat)