Sosok Ketua Umum Baru Miftachul Akhyar di Mata PWNU dan MUI Jatim

Faiq Azmi - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 16:08 WIB
Perwakilan Alim Ulama KH. Miftachul Akhyar menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan musyawarah tentang sistem pemilihan kepemimpinan Nahdlatul Ulama dalam Muktamar ke-33 NU di Kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/7). Musyawarah sistem pemilihan kepemimpinan Nahdlatul Ulama tersebut dihadiri oleh 22 pimpinan pesantren dan Alim Ulama se Jawa Timur. ANTARA FOTO/Herman Dewantoro/Zk/ss/foc/15. Photographer 	:
Foto: ANTARA FOTO/Herman Dewantoro
Surabaya -

Miftachul Akhyar terpilih menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa bhakti 2020-2025. Bagaimana sosok Miftachul Akhyar di mata Ketua PWNU Jatim, Marzuki Mustamar?

"Beliau sosok yang mempunyai kapabilitas. Sosok yang mumpuni. Dan yang pasti sosok yang alim. Kalau gak alim, gak mungkin jadi Rais Aam PB Nahdlatul Ulama (PBNU)," ujar Ketua PWNU Jatim, Marzuki Mustamar saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (27/11/2020).

Marzuki menegaskan, kapasitas Miftachul Akhyar tidak perlu diragukan lagi. "Kalau sudah jadi Rais Aam ya sudah jadi tolak ukur. Sangat layak, kalau dibilang gak layak itu namanya melecehkan NU," imbuhnya.

Marzuki berharap, MUI di bawah kepemimpinan Miftachul Akhyar diharapkan bisa lebih nasionalis dan mengayomi masyarakat.

"Selain itu Ketua MUI yang baru diharapkan mengerti kondisi kemajemukan di Indonesia. Ya MUI lebih nasionalis," terangnya.

Sementara Sekretaris Umum MUI Jatim, Ainul Yaqin mengatakan sosok Miftachul adalah sosok yang kompeten dan mumpuni.

"Beliau tentu sosok yang reputasi tidak diragukan. Rais Aam PBNU. Sangat layak. Tidak diragukan lagi kiprahnya di kehidupan keagamaan dan kebangsaan di Indonesia. Beliau punya kompetensi dan mumpuni," terangnya.

Ainul menambahkan, sosok Miftachul Akhyar meniti karir mulai dari bawah hingga menjadi Rais Aam PBNU.

"Ya perjalanannya, orang yang meniti aktivitas dari 0 mulai Surabaya, Jatim hingga pusat itu kalau di NU. Kalau di MUI Jatim, pernah jadi Dewan Pertimbangan Fatwa," pungkasnya.

(fat/fat)