Ibu Pembuang Bayi Sendiri di Kediri Terancam 5 Tahun Bui

Andhika Dwi Saputra - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 22:31 WIB
penemuan bayi di kediri
Bayi yang dibuang dirawat di Rumah Sakit Kabupaten Kediri (Foto: Istimewa)
Kediri -

Bayi yang ditemukan terbuang di Kediri pada Rabu (25/11) ternyata dibuang oleh ibu kandungnya sendiri. Si ibu yang berinisial YGA (15) terancam hukuman 5 tahun penjara.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono mengatakan YGA terancam pasal 308 KUHP tentang membuaang anak yang dilahirkan dengan hukuman penjara 5 tahun. Sementara, IRH (19), kekasih YGA yang juga diamankan terkena pasal 81 dan 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan sanksi hukuman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

"Kami kenakan pasal 81 dan 82 terhadap pria yang diduga kekasih pelajar itu, karena perbuatan ini dilakukan terhadap anak di bawah usia 18 tahun," kata Lukman saat menjenguk bayi yang ditemukan warga, dan kini dirawat di Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK), Kamis (26/11/2020).

Kedua pelaku ini memang menjalin kisah asmara sehingga akhirnya melakukan hubungan suami istri dan membuat YGA hamil. Namun setelah mengetahui YGA hamil, IRH tidak pernah bertemu, dan hanya berkomunikasi lewat telepon genggam hingga akhirnya YGA melahirkan sendiri.

Mengenai kronologi kejadian, Lukman mengungkapkan bahwa pada Rabu (25/11) sekitar pukul 02.30 WIB, ibu muda tersebut mengalami sakit perut, hingga melahirkan sendiri di kamar mandi pada pukul 03.00 WIB. Merasa ketakutan diketahui orang tuanya karena memiliki bayi di luar nikah, maka bayi laki-laki yang dilahirkan itu akhirnya dibuang di pekarangan tetangga, yang tak jauh dari rumahnya.

Keesokan harinya, saksi bernama Sugianto mendengar suara bayi menangis, atau seperti suara kucing bertengkar. Setelah diperiksa, ternyata suara itu berasal dari pekarangan yang berlokasi di Dusun Sawahan, Desa Payaman, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Atas penemuan bayi laki-laki itu, Sugianto melaporkannya kepada polisi.

Setelah melakukan penelusuran di lokasi dan memeriksa warga yang diduga memiliki ciri-ciri setelah melahirkan, polisi bisa menemukan YGA. Saat ditanya polisi, YGA sempat mengelak kalau telah melahirkan. Namun, ketika diperiksa bidan desa setempat, diketahui kalau kondisi YGA memang benar telah melalui tahap persalinan.

"Dari hasil ini kami mengamankan YGA. Sedangkan bayi laki-lakinya mendapat pemeriksaan intensif di RSKK. Bayi ini alhamdulillah kondisinya sehat dan ukuran panjang serta berat si bayi juga normal," pungkas Lukman.

(iwd/iwd)