Truk Pertamina Tabrak Pria Duduk di Tengah Jalan, Berapa Kecepatannya?

Sugeng Harianto - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 13:16 WIB
Supervisor PT Pertamina Patra Niaga Madiun Zaenal Mustakim
Supervisor PT Pertamina Patra Niaga Madiun Zaenal Mustakim (Foto: Sugeng Harianto)
Madiun - Polisi menetapkan Sutopo menjadi tersangka penabrak pria yang viral duduk bersila di jalan raya di Madiun. Pria 51 tahun itu juga ditahan.

Masih hidup usai ditabrak dan bahkan hanya disebut hanya mengalami luka lebam, pria yang diduga mengidap gangguan jiwa itu akhirnya tewas saat dirawat di RSUD Caruba. Berapa kecepatan truk tangki Pertamina saat menabrak korban?

"Kecepatan maksimal di luar kota itu 60 km per jam. Kalau di dalam kota 40 km per jam," ujar Supervisor PT Pertamina Patra Niaga Madiun Zaenal Mustakim saat di konfirmasi detikcom usai sosialisasi keselamatan kepada sopir di Pertamina Depo Madiun, Rabu (25/11/2020).

Sementara itu kecepatan sopir truk tangki yang menabrak pria di tengah jalan itu, kata Zaenal, hanya 40 km perjam. Saat itu, lanjut Zaenal, cuaca sedang hujan lebat dan sopirnya tidak sadar telah menabrak korban.

"Kemarin itu (sopir yang nabrak orang di tengah jalan) kecepatan sekitar 40 km per jam. Ndak mungkin jalan terlalu cepat dan memang tidak tahu kalau menabrak," kata Zaenal.

"Misalnya dia mengetahui ada orang duduk, nggak mungkin akan di tabrak," imbuhnya.

Zaenal menegaskan lagi bahwa sopirnya tidak sadar dan tidak sengaja menabrak orang yang duduk di tengah jalan tersebut.

"Posisi waktu itu hujan deras, sebetulnya sopir itu ndak terasa, maksudnya dia tidak sengaja menabrak orang yang katanya duduk di tengah jalan. Memang betul-betul kondisi di situ belum tahu dan juga ada hujan deras. Jadi dia tahunya malah setelah sampai di SPBU Tulungagung setelah Viral," tandas Zaenal.

Sementara itu Kanit Laka Satlantas Polres Madiun Ipda Johan Ariadi membenarkan bahwa kecepatan truk tangki yang menabrak pria di tengah jalan hanya 40 km perjam.

"Kecepatan 40 sampai 50 Km per jam kemarin. Untuk batas maksimal berkendara 80 Km perjam," kata Johan. (iwd/iwd)