Round-Up

Fakta Tujuh Gerbong Kereta Api Meluncur Sendiri di Malang

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 10:52 WIB
Crane evakuasi gerbong KA anjlok di Malang
Gerbong KA yang meluncur dievakuasi (Foto file: Muhammad Aminudin/detikcom)
Surabaya -

Tujuh gerbong kereta api tiba-tiba meluncur sendiri dari Stasiun Malang Kota Baru hingga Stasiun Kotalama. Gerbong kereta meluncur sendiri tanpa ditarik lokomotif. Penyebabnya, letak ketinggian antara Stasiun Malang Kota Baru dengan Stasiun Malang Kota Lama diduga menyebabkan tujuh gerbong KA berjalan sendiri. Kedua stasiun ini memiliki selisih 15 meter dari permukaan laut (mdpl).

Dikutip dari berbagai sumber, ketinggian Stasiun Malang Kota Baru adalah +444 mdpl, sedangkan Stasiun Malang Kota Lama setinggi +429 mdpl. Catatan ketinggian juga dipasang di area kedua stasiun sebagai informasi letak ketinggian. Apakah selisih ketinggian itu yang menyebabkan tujuh gerbong KA berjalan sendiri dari Stasiun Malang Kota Baru ke Stasiun Malang Kota Lama?

Terkait hal itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya enggan berkomentar. Pihaknya memilih mengungkapkan penyebab anjloknya empat gerbong dari tujuh gerbong KA, masih dalam penyelidikan.

"Sementara kami hanya bisa sampaikan, evakuasi dua gerbong sudah selesai dengan mendatangkan crane dari Solo dini hari tadi. Saat ini, tim evakuasi fokus mengangkat sisa dua gerbong KA anjlok di jalur 2 stasiun Malang Kota Lama," ujar Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto, kepada wartawan di lokasi, Kamis (19/11/2020).

Namun, Suprapto membenarkan, +429 meter yang ditulis pada dinding bagian barat Stasiun Malang Kotalama adalah menegaskan atau menginformasikan letak ketinggian stasiun.

"Iya itu (+429 meter), adalah letak ketinggian stasiun Malang Kotalama, semua stasiun ada," tandas Suprapto.

Berapa lama gerbong KA meluncur sendiri dievakuasi, berikut penjelasa di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2