Dua Kawasan Industri Baru Bakal Berdiri di Mojokerto Jika Yoni Menang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 19:22 WIB
yoko-nisa
Saat Yoko-Nisa bertemu para buruh pabrik sepatu sekolah PT Esa Kalen Jaya (Foto: Enggran Eko Budianto )
Mojokerto -

Duet Yoko Priyono-Choirun Nisa (Yoni) akan membuat dua kawasan industri baru di Kabupaten Mojokerto jika terpilih menjadi Bupati dan Wabup 9 Desember nanti. Dua kawasan industri baru tersebut ditargetkan menyerap 150.000 tenaga kerja sehingga masalah pengangguran di Bumi Majapahit bisa diatasi.

Cabup Yoko Priyono mengatakan, mengatasi kemiskinan dan pengangguran menjadi salah satu program prioritas pasangan Yoni jika dipercaya masyarakat memimpin Kabupaten Mojokerto lima tahun ke depan. Karena angka pengangguran di Bumi Majapahit saat ini tergolong tinggi. Yaitu sekitar 4,9 persen dari jumlah penduduk 1.159.593 jiwa.

Jika terpilih menjadi Bupati dan Wabup Mojokerto melalui pemilihan langsung 9 Desember nanti, Yoko-Nisa bakal membuat 2 kawasan industri baru. Yakni kawasan Industri Mojoanyar seluas 600 hektare dan kawasan industri Jetis seluas 3.000 hektare. Sedangkan kawasan industri Ngoro yang kini 602 hektare bakal diperluas menjadi 1.000 hektare.

"Kami harapkan tiga kawasan industri tersebut bisa mengurangi pengangguran di Kabupaten Mojokerto. Saya komitmen tidak ada warga Mojokerto yang menganggur," kata Yoko kepada wartawan usai menyapa para buruh pabrik sepatu sekolah PT Esa Kalen Jaya di Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kamis (19/11/2020).

Calon Bupati Mojokerto nomor urut 2 ini menjelaskan, kawasan industri Mojoanyar dan Jetis diharapkan bisa menyerap 150.000 tenaga kerja. Yoko berkaca pada Ngoro Industri Persada (NIP). Dengan luasan saat ini 602 hektare, NIP mampu menyerap hampir 30.000 pekerja.

"Karena pengangguran di Mojokerto yang cukup tinggi, perlu adanya regulasi. Nanti kami buatkan peraturan bupati supaya perusahaan yang berdiri di kawasan industri 80 persen pekerjanya orang Mojokerto," tegasnya.

Yoko optimis bakal mampu menarik banyak investor agar mendirikan perusahaan di tiga kawasan industri Kabupaten Mojokerto. Menurut dia, Bumi Majapahit masih menjadi primadona bagi para investor karena dekat dengan pelabuhan dan Ibu Kota provinsi Jatim, Surabaya.

"Yang dibutuhkan para investor hanya kepastian hukum, izin hemat, cepat dan efisien. Sepanjang kami melaksanakan SOP izin cepat, kepastian hukum dan gratis, insyaallah semuanya akan datang ke Mojokerto," tandasnya.

Pasangan calon bupati dan wabup Yoko Priyono-Choirun Nisa (Yoni) bertarung di Pilbup Mojokerto diusung Parti Golkar dan PPP. Yoko mempunyai pengalaman 34 tahun di pemerintahan. Dia pernah menjabat Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perizinan, Kepala Dinas Pendidikan, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mojokerto.

Sedangkan wakilnya, Nisa pernah menjabat Wakil Bupati Mojokerto periode 2010-2015. Dia dikenal sebagai sosok yang agamis dan pendidik. Nisa merupakan pengasuh pondok pesantren dan anggota Dewan Pendidikan Jatim.

(iwd/iwd)