Perceraian di Malang Tinggi Karena Banyak Suami Selingkuh Saat Istri Jadi TKW

Perceraian di Malang Tinggi Karena Banyak Suami Selingkuh Saat Istri Jadi TKW

Muhammad Aminudin - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 09:38 WIB
Pengadilan Agama Kabupaten Malang
Foto: Muhammad Aminudin

"Menurunnya angka perceraian pada tahun ini (2020) sebab kami memang membatasi untuk masyarakat yang ingin melakukan perceraian," tutur Khoirul.

"Karena kan di masa pandemi ini kami banyak tutupnya serta orang yang datang juga diwajibkan melakukan phsyical distancing. Jadi kami batasi maksimal sehari hanya 50 perkara. Kalau normal biasanya sampai 150-200 perkara," sambungnya.

Meski begitu pihaknya mengatakan bahwa Pengadilan Agama Kabupaten Malang tetap menerima perkara yang masuk, melalui aplikasi e-Courd.

"Jadi kebanyakan orang hendak melakukan perceraian lewat sana. Tapi kebanyakan yang mendaftarkan pengacaranya. Bukan orangnya langsung," bebernya.

Lebih lanjut, ditanya terkait dengan mayoritas penyebab terjadinya perceraian di Kabupaten Malang? Khoirul mengaku, kebanyakan dipicu karena faktor ekonomi keluarga.

"Biasanya akibat faktor ekonomi keluarga, istrinya merantau ke luar negeri. Sedangkan suaminya yang ada di dalam negeri menghabiskan hasil jerih payah istrinya, sekaligus melakukan perselingkuhan. Nah, di situlah biasanya kemudian terjadi perceraian," tutup Khoirul.


(fat/fat)