Ratusan Buruh Tuntut Kenaikan Upah dan Omnibus Law di Kantor Gubernur Jatim

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Selasa, 10 Nov 2020 16:30 WIB
Demo Buruh di Surabaya Tuntut Upah Jawa Timur Naik
Demo buruh di depan kantor gubernur (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Surabaya -

Ratusan buruh dari berbagai serikat menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jatim. Mereka terdiri dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja dan kenaikan upah 2021.

Dari pantuan detikcom, sebelum menggelar aksi, massa terlebih dahulu mengheningkan cipta memperingati Hari Pahlawan. Dalam aksinya mereka juga membawa bendara merah putih. Sementara arus lalu lintas tersendat meski sudah dijaga polisi.

"Pertama aksi ini kita menolak keras undang-undang cipta kerja omnibus law. Bahwa pihak istana mengakui banyak salah ketik. Seng salah, seng bener iki sopo kawan-kawan," teriak slah satu orator di atas mobil dengan pengeras suara, Selasa (10/11/2020).

"Faktanya hari ini kita baca, hak kita 20 persen telah hilang. Kedua, otomatis pesangon bagi pekerja kontrak itu tidak mungkin, karena di UU Omnibus Law Cipta kerja diamanatkan, disebutkan di situ, buruh di Indonesia adalah kontrak seumur hidup. Belum lagi juga kita lihat pekerja perempuan cuti hamil, cuti haid dihilangkan. Apa salah kita kawan-kawan, pekerjaan kita dirampok," lanjut orator tersebut.

Selain itu, mereka juga menuntut kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa agar segera menaikkan UMK Jawa Timur tahun 2021.

"Kita minta kepada Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa agar upah kita UMK kita harus dinaikkan. Berapa upah kita Rp 600 ribu kawan-kawan," tambahnya.

Perwakilan massa pun diterima pihak Pemprov Jatim. Aksi yang berlangsung mulai 13.30 WIB ini berakhir 15.30 WIB. Massa pun bergerak menuju Gedung Grahadi membawa kendaraan dengan tertib. Dan arus lalu lintas di Jalan Pahlawan berangsur-angsur lancar.

(fat/fat)