Kakak Whisnu Sakti Buana Dukung Machfud-Mujiaman di Pilwali Surabaya

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 10 Nov 2020 14:19 WIB
Machfud Arifin ziarah ke makam Mantan Sekjen DPP PDIP, almarhum Ir Soetjipto di TPU Keputih Surabaya.
Machfud dan kakak Wishnu Sakti Buana (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Calon Wali Kota Surabaya nomor urut 2, Machfud Arifin, ziarah ke makam Mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan, Almarhum Ir Soetjipto di TPU Keputih. Dalam ziarah ini, Machfud didampingi putra sulung Almarhum Soetjipto, Jagat Hari Seno.

Machfud dan Seno tampak khusyuk berdoa di makam, Selasa (10/11/2020). Keduanya juga tampak menaburkan bunga bersama ke makam Pak Tjip. Setelah itu, keduanya juga turut berziarah ke makam orang tua Machfud Arifin yang lokasinya juga di TPU Keputih.

Usai berziarah bersama, Machfud menyebut almarhum Pak Tjip adalah tokoh demokrasi Indonesia.

"Beliau adalah tokoh demokrasi tidak hanya di Surabaya, tapi juga di Indonesia. Semoga dilapangkan kuburnya diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT," ujar Machfud di lokasi, Selasa (10/11/2020).

Sementara putra Almarhum Pak Tjip, Seno menyatakan bahwa dirinya berterima kasih atas penghormatan Machfud Arifin. Dirinya menyatakan mendukung Machfud sebagai Wali Kota Surabaya.

"Apapun itu saya mewakili keluarga Soetjipto berterima kasih kepada Machfud Arifin telah memberi penghormatan kepada orang tua kami. Pak Machfud orang baik. Saya sekeluarga mendukung Pak Machfud, mendoakan hajat beliau maju sebagai wali kota Surabaya bisa tercapai," kata Seno.

Kakak Whisnu Sakti Buana Nyatakan Dukung Machfud Arifin di Pilwali SurabayaKakak Whisnu Sakti Buana dukung Machfud-Mujiaman/ Foto: Faiq Azmi

Seno yang juga kakak kandung Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menyatakan bahwa sikap politiknya berbeda dengan adiknya.

"Saya diajarkan untuk berpolitik, dalam hal ini Machfud datang sebagai pribadi. Saya menghargai beliau. Sikap politik bisa berbeda. Ini hubungan yang baik antara saya dengan beliau. Pak Machfud orang baik. Setiap orang punya hak untuk bersikap. Kalau kepada pak Machfud sebagai pribadi politik, saya mendukung Pak Machfud Arifin," bebernya.

Lalu apa alasan Seno bergabung dengan Machfud Arifin?

"Politik itu menurut saya tidak ada lawan, hanya beda posisi. Saya mendukung ke Pak Machfud, boleh dong berbeda, sebagai bentuk pembelajaran. Saya tetap di PDI Perjuangan, artinya sikap saya sebagai pengkritisan terutama ke Bu Risma yang saya lihat sudah tidak melihat sejarah PDIP, tidak melihat ideologi partai," ujar Seno di TPU Keputih.

Seno menilai saat Tri Rismaharini dahulu maju di Pilwali Surabaya 2010, dirinya bersama Soetjipto-lah yang memperjuangkan agar Risma diberi rekom partai. Namun kini, Risma seolah-olah lupa dengan sejarah partai.

"Tidak hanya Pak Tjip. Saya adalah orang yang mengusulkan rekomendasi (Saat Pilwali Surabaya 2010) itu. Saya mewakili keluarga besar Sutjipto, saya sekeluarga mendukung beliau sebagai Wali Kota Surabaya. Saya diajarkan politik, setiap orang punya hak untuk bersikap politik. Saya mewakili keluarga dan sikap pribadi mendukung Pak Machfud Arifin," imbuhnya.

Dia menjelaskan, bahwa keputusan dirinya mendukung Machfud-Mujiaman merupakan keputusan pribadinya di dalam keluarga. Meski sang adik, Whisnu Sakti Buana masih patuh terhadap aturan partai.

"Di keluarga kami dinamis. Yang panas saat ini dan yang selalu dipertanyakan adalah sikap Whisnu Sakti. Whisnu itu ideologinya adalah orang yang dididik untuk taat terhadap partai. Tetapi saya boleh dong bersikap berbeda," lanjutnya.

(fat/fat)