Status Dugaan Perusakan Lingkungan Tambak Udang di Trenggalek Jadi Penyidikan

Adhar Muttaqien - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 11:46 WIB
tambak udang vanamei
Polisi melakukan olah TKP di tambak udang vanamei (Foto: Adhar Muttaqien)
Trenggalek -

Polisi menaikkan status kasus dugaan perusakan lingkungan oleh pengusaha tambak udang Vanamei di pesisir selatan. Kasus yang semula penyelidikan tersebut ditingkatkan menjadi penyidikan.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Tatar Hernawan mengatakan meskipun telah ditingkatkan ke penyidikan namun pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Polisi masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan para saksi.

"Polres Trenggalek telah melakukan olah TKP terkait dengan dugaan pelanggaran pengelolaan lingkungan, sesuai dengan undang-undang RI nomor 23 tahun 2009. kegiatan hari ini juga dihadiri oleh pihak Kejaksaan kemudian dari ahli IPB, kemudian ada dari pengelola tambak," kata Tatar kepada detikcom, Jumat (6/11/2020).

Polisi mendatangi langsung tambak udang yang berada di kawasan Pantai Cengkrong, Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo. Polisi bersama ahli IPB melakukan olah TKP dan mengambil sejumlah sampel tanah dan batu yang ada di kawasan tambak serta di luar tambak.

Sampel tersebut selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan di laboratorium guna mengetahui ada tidaknya kerusakan lingkungan di kawasan tersebut. "Ini dugaannya adalah perusakan lingkungan," ujarnya.

Polisi menduga usaha tambak udang Vanamei di pesisir Pantai Cengkrong tersebut melakukan perusakan lingkungan karena melakukan alih fungsi lahan dari hutan menjadi tambak. Selain itu, usaha tambak tersebut juga tidak memiliki fasilitas instalasi pengelolaan limbah yang memadai.

"Intinya adalah perusakan pengelolaan lingkungan sesuai dengan Undang-Undang RI 23 Tahun 2009. Lahan itu kan sebelumnya merupakan kawasan hutan, kemudian diubah menjadi tambak," imbuhnya.

Sementara itu ahli IPB, Basuki Wasis, mengatakan sampel tanah dan batuan yang ada di lokasi tambak udang tersebut akan dilakukan penelitian lebih lanjut di laboratorium guna mengetahui ada tidaknya tanda-tanda kerusakan lingkungan.