Pelanggar Prokes di Sidoarjo Turun, Tapi Operasi Yustisi Tetap Diperketat

Suparno - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 14:31 WIB
Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono
Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono berbincang dengan pelanggar prokes (Foto: Suparno)
Sidoarjo -

Sebanyak 1.056 warga Sidoarjo menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di tenis indoor kompleks GOR Sidoarjo. Mereka terjaring razia yustisi prokes yang digelar tim gabungan di seluruh kecamatan Sidoarjo.

Kasatpol PP Sidoarjo Widyantoro Basuki yang akrab dipanggil Wiwid mengatakan jumlah 1.056 pelanggar tersebut merupakan hasil razia selama dua minggu karena pada jadwal sidang pada Hari Kamis lalu ditiadakan karena libur bersama. Jika dirata-rata jumlah pelanggar menurun dibanding sebelumnya.

"Sebelumnya dalam seminggu ada 800 orang pelanggar. Kali ini hanya 500-an pelanggar. Meski demikian, kami tidak mengendorkan razia yustisi prokes," kata Wiwid kepada wartawan di lokasi sidang, Kamis (5/11/2020).

Wiwid menambahkan tujuan razia bukan hanya jumlahnya, namun untuk meningkatkan kesadaran warga untuk mematuhi prokes serta memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Kali ini denda yang harus dibayar Rp 100 ribu.

"Besaran denda merupakan wewenang mutlak hakim. Dana yang terkumpul kemudian dimasukkan ke kas daerah Sidoarjo," tambah Wiwid.

Sementara itu, Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono mengatakan bukan hanya warga yang tidak memakai masker yang ditindak, ada juga pemilik usaha makanan yang tidak menyediakan tempat untuk mencuci tangan.

"Saat ini, Sidoarjo menuju Zona kuning. Selain itu beberapa daerah seperti Waru yang pernah menjadi klaster penyebaran, saat ini sudah berhasil menjadi zona hijau. Kami berharap disiplin masyarakat terus meningkat agar Sidoarjo bisa meraih zona hijau," kata Hudiyono.

Pj Bupati yang dipanggil Cak Hud ini menjelaskan di era kehidupan baru seperti saat ini, disiplin mematuhi protokol kesehatan merupakan hal mutlak.

"Sebelum ditemukan vaksin COVID-19, vaksin terhebat saat ini ya mematuhi prokes seperti rajin memakai masker, jaga jarak, dan menghindari kerumunan," tandas Cak Hud.

(iwd/iwd)