KPU Batasi 30 Orang di Debat Perdana Pilwali Surabaya

Amir Baihaqi - detikNews
Rabu, 04 Nov 2020 18:20 WIB
Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi
Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi (Foto: Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya - Debat pertama Pilwali Surabaya 2020 bertema 'Menjawab Permasalahan dan Tantangan Kota Surabaya di Era COVID-19', digelar malam ini. Debat yang digelar saat pandemi COVID-19, KPU membatasi 30 orang yang datang dan melarang pendukung hadir ke Hotel JW Marriott, Jalan Embong Malang.

"Di dalam ruangan paling banyak 30 orang di luar kru TV. Untuk pendukung tidak boleh hadir. Yang boleh hanya 4 orang tim kampanye," ujar Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi kepada detikcom di kantornya Jalan Adityawarman, Rabu (4/11/2020).

Lalu bagaimana jika ada pendukung yang nekat datang ke lokasi? Syamsi menyebut hal itu sudah masuk kewenangan pihak hotel dan keamanan. Meski begitu, dalam rapat koordinasi terakhir akan mencegah pendukung yang datang.

"Di luar forum menjadi otoritas hotel dan keamanan. Nah berdasarkan hasil koordinasi pendukung akan di blok di depan pintu masuk. Jadi nanti tidak bisa masuk," jelasnya.

Menurut Syamsi, dalam debat pertama Pilkada Surabaya ini pihaknya juga akan memberlakukan protokol kesehatan ketat. Tak hanya bagi orang yang hadir, protokol kesehatan juga diterapkan ke dua paslon maupun timnya.

"Yang pasti semua pihak di debat itu harus menjaga protokol kesehatan. Misal tidak boleh melepas masker atau menurunkan masker selama debat. Kedua para pihak yang berpotensi memaparkan hal-hal yang ingin disampaikan, maka dia juga harus dilengkapi dengan face shield," tuturnya.

"Terus penggunaan alat elektronik secara komunal, misalnya mic harus personal-personal. Tentu jarak juga harus dijaga minimal 1 meter," tandasnya. (fat/fat)