PDIP Bela Risma yang Dilaporkan ke Polda Karena Dianggap Bohongi Publik

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Selasa, 03 Nov 2020 17:28 WIB
Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono
Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono/Foto file: Amir Baihaqi
Surabaya -

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini diadukan seorang pengacara bernama Abdul Malik ke Polda Jatim. DPC PDI Perjuangan Surabaya membela Risma.

Menurut Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono, tidak ada substansi yang dilanggar. Soal Risma yang menyebut Calon Wali Kota Surabaya nomor urut 1 Eri Cahyadi sebagai anak, itu hanya bahasa kiasan.

"Tidak ada substansi yang dilanggar. Itu kan hanya kiasan saja, Bu Risma menganggap Mas Eri Cahyadi seperti anak sendiri. Karena saking dekatnya hubungan Bu Risma dan Mas Eri Cahyadi. Ibarat hubungan Ibu dan puteranya. Dan menurut saya, penggambaran seperti itu biasa dilakukan oleh tokoh-tokoh berpengaruh," kata Adi saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (3/11/2020).

Sedangkan terkait cuti Risma untuk menjadi juru kampanye paslon Eri-Armuji di Pilwali Surabaya, Adi menambahkan, Risma sudah mengajukannya kepada Gubernur Jatim dan sudah dijawab Pemprov Jatim.

"Soal cuti, Bu Risma menyampaikan kalau sudah mengajukan izin cuti kepada Gubernur Jawa Timur. Oleh Pemprov Jatim dijawab. Yang kegiatan hari libur tidak perlu mengajukan cuti. Karena cuti itu terikat dengan hari kerja," lanjut Adi.

Adi menyebut, pengaduan Wali Kota Risma ke Polda Jatim merupakan dinamika politik di Surabaya, menjelang Pilkada 9 Desember nanti. Sejak awal pihaknya menilai, ada pihak-pihak yang gelisah dengan figur Risma, yang mendapatkan tempat istimewa di hari rakyat Surabaya.

"Dipasang fotonya saja dalam APK Eri Cahyadi-Armuji, sekalipun beliau itu Ketua DPP PDI Perjuangan, ada pihak-pihak yang protes dan mempersoalkan. Apalagi Bu Risma turun langsung sebagai jurkam kampanye, bertemu dengan berbagai kelompok masyarakat di Surabaya, tentu saja lebih menggelisahkan lagi bagi sebagian pihak," papar Awi.

Selanjutnya
Halaman
1 2