Kemenparekraf Gelontor Rp 10 Miliar Bangkitkan Pariwisata Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 03 Nov 2020 12:31 WIB
hotel di banyuwangi
Hotel di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Sektor pariwisata masih menjadi prioritas pembangunan Banyuwangi. Pemkab setempat menargetkan kunjungan wisata meningkat pada akhir tahun.

Peningkatan itu didongkrak dengan anggaran stimulus yang diberikan Kementerian Pariwisata. Total sekitar Rp 10 miliar yang digelontorkan untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata di tengah pandemi COVID-19 ini.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan M. Yanuarto Bramuda mengatakan stimulus itu digelontorkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mendorong tumbuhnya pariwisata di tengah pandemi COVID-19. Banyuwangi mendapatkan bantuan stimulus sebesar Rp 10 miliar.

"Pemulihan ekonomi kita dianggap tepat. Dari evaluasi yang dilakukan Kementerian Pariwisata, pelaku wisata di Banyuwangi taat pajak," kata Bramuda kepada wartawan, Selasa (3/11/2020).

Dari anggaran Rp 10 miliar, nantinya Rp 7,6 miliar akan diberikan kepada hotel dan restoran. Sedangkan sisanya diberikan kepada destinasi wisata dan desa wisata dalam bentuk dukungan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment), infrastruktur, dan pengembangan SDM. Sedangkan untuk hotel, stimulus bisa berupa subsidi harga kamar.

Namun, tidak semua hotel dan restoran yang mendapatkan stimulus. Yang mendapat prioritas adalah mereka yang taat membayar pajak pada tahun 2019 lalu.

"Ada 72 hotel dan 584 restoran yang mendapat stimulus. Angka yang mereka dapat variatif, tergantung pajak yang mereka setorkan," jelas Bramuda.

Dengan stimulus itu, pemerintah berharap jumlah wisatawan yang datang ke Banyuwangi akan tetap tinggi. Biasanya jumlah wisatawan menurun saat weekday (Senin, Selasa, Rabu). Targetnya, wisatawan yang datang tetap stabil pada bulan November dan Desember.

"Kita akan mensubsidi kamar hotel. Misalnya Aston yang kamarnya harganya Rp 500 ribu kita subsidi separonya, jadi wisatawan bersemangat datang ke Banyuwangi," jelasnya.

Sementara itu, pada long weekend kemarin, kunjungan wisatawan yang datang ke Banyuwangi berada di angka yang cukup tinggi. Wisatawan tersebar hampir di seluruh destinasi yang ada di Banyuwangi. Dari data Banyuwangi Tourism pada hari Kamis tercatat ada 14 ribu wisatawan domestik yang berkunjung ke Banyuwangi.

Jumlah itu diharapkan bisa terus stabil dengan adanya stimulus-stimulus yang diberikan kepada pelaku wisata.

"Kita buat program gebrakan paket murah ke Banyuwangi. Kita coba stabilkan okupansi hotel dengan stimulus itu. Dengan pembatasan kuota pendaki di Ijen juga cukup menguntungkan kita, karena itu memperpanjang lenght of time wisatawan di Banyuwangi," pungkas Bramuda.

(iwd/iwd)