353 Hektare Lahan Semangka dan Blewah di Jombang Gagal Panen Gegara Hujan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 18:23 WIB
Jombang -

Dinas Pertanian Jombang mencatat terdapat 353 hektare tanaman semangka dan blewah yang gagal panen karena musim hujan datang lebih awal. Kerugian yang ditanggung para petani mencapai Rp 7-8 juta per hektare.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Suprianto mengatakan, terdapat 602 hektare tanaman semangka dan blewah di wilayahnya. Ratusan hektare tanaman buah tersebut tersebar di Kecamatan Megaluh, Plandaan dan Tembelang.

Dari jumlah itu, 353 hektare tanaman semangka dan blewah gagal panen. Yaitu 50 hektare di Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang dan 303 hektare di Kecamatan Plandaan.

"Kerugian para petani Rp 7-8 juta per hektare. Penyebabnya (gagal panen) musim hujan datang di luar prediksi," kata Suprianto kepada wartawan, Senin (2/11/2020).

viral petani hancurkan buahBlewah yang busuk karena hujan (Foto: Enggran Eko Budianto)

Suprianto menjelaskan para petani biasa menanam semangka dan blewah setelah dua kali menanam padi. Mereka memperkirakan musim hujan baru datang akhir November atau awal Desember 2020. Sehingga mereka menanam semangka dan blewah yang masa panennya sekitar 2,5 bulan.

Namun, prediksi para petani semangka dan blewah meleset. Musim hujan justru datang pada akhir Oktober atau awal November. Sehingga buah semangka dan blewah yang siap dipanen membusuk akibat diguyur hujan yang datang lebih awal.

"Teman-teman petani memperkirakan hujan akhir November atau awal Desember. Sehingga mereka menanam dengan harapan ada hasil. Namun hujannya maju. Tahun lalu Desember akhir baru ada hujan," terang Suprianto.

Sayangnya, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang tidak bisa berbuat banyak untuk membantu para petani semangka dan blewah yang menderita gagal panen. Terlebih lagi, tanaman semangka dan blewah tidak dijamin oleh asuransi.

"Selama ini saya belum dengar asuransi untuk tanaman hortikultura seperti semangka dan blewah. Yang ada asuransi untuk padi, petani dapat Rp 6 juta per hektare untuk ganti rugi dari asuransi pangan," tandas Suprianto.

Gagal panen membuat para petani di Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang kesal. Mereka menghancurkan semangka dan blewah di sawah. Video aksi menghancurkan buah hasil panen tersebut menjadi viral di medsos.

(iwd/iwd)