Pengunjung Air Panas Mojokerto Dirapid Test Cegah Klaster Baru COVID-19

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 16:20 WIB
Pengunjung Pemandian Air Panas Mojokerto Dirapid-test Cegah Klaster Baru COVID-19
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Para pengunjung wisata pemandian air panas Padusan di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto menjalani rapid test. Pemeriksaan tersebut untuk mencegah munculnya klaster baru COVID-19 selama libur panjang (long weekend).

Rapid test digelar petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto di pintu masuk pemandian air panas Padusan. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo dan perwakilan Kodim 0815 memantau langsung rapid test tersebut.

"Kami ingin memastikan setiap orang yang masuk ke Kabupaten Mojokerto dalam kondisi sehat. Untuk itu kami rapid test secara acak. Para wisatawan supaya memahami ini protokol kesehatan yang harus kami lakukan untuk mencegah klaster baru COVID-19," kata Himawan kepada wartawan di lokasi, Sabtu (31/10/2020).

Dalam rapid test on the spot kali ini, belum ditemukan pengunjung pemandian air panas Padusan yang dicurigai terinfeksi virus Corona. Karena 30 wisatawan yang dirapid-test, semuanya menunjukkan hasil nonreaktif.

Menurut Himawan, rapid test ini menjadi bagian deteksi dini penyebaran COVID-19 di Kabupaten Mojokerto. Selain dirapid-test, setiap wisatawan menjalani pemeriksaan suhu tubuh di bagian loket. Kendaraan mereka juga disemprot dengan disinfektan.

"Kami berharap liburan ini wisatawan nyaman. Kami juga senang mereka datang membayar retribusi, membelanjakan uang. Namun, kami tidak ingin kehadiran mereka menjadi penyebaran COVID-19 di wilayah kami. Saat ini Kabupaten Mojokerto sudah zona oranye, tinggal sedikit lagi menjadi kuning," terangnya.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander menjelaskan, pihaknha bekerjasama dengan Satpol PP juga menggelar Operasi Yustisi selama libur panjang 28 Oktober-1 November 2020. Operasi penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) itu digelar di 4 titik di kawasan wisata Kecamatan Pacet dan Trawas.

"Operasi Yustisi kami gelar untuk mengedukasi masyarakat agar semakin disiplin mematuhi protokol kesehatan. Kami juga meminta para pelaku usaha di objek wisata memenuhi protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan, masker dan jaga jarak," jelasnya.

Berdasarkan hasil Operasi Yustisi, tambah Dony, tingkat kepatuhan warga Mojokerto dan wisatawan terhadap prokes sudah memcapai 60 persen. "Tingkat kedisiplinan masyarakat maupun wisatawan ada peningkatan karena edukasi kami bersama TNI dan Pemkab Mojokerto, juga ditambah adanya terobosan hipnoterapi," tandasnya.

(fat/fat)