Tradisi Ndhog-ndhogan di Banyuwangi Dibatasi Saat Pandemi COVID-19

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 07:58 WIB
Tradisi Arak-arakan Ndhog-ndhogan di Banyuwangi berkurang di Tengah Pandemi COVID-19
Tradisi arak-arak Maulid Nabi ditiadakan (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Biasanya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Banyuwangi dirayakan dengan meriah di sudut kota hingga desa. Tradisi arak-arakan Ndhog-ndhogan yang berisi telur hias keliling kampung, digelar meriah. Namun saat pandemi, tradisi arak-arakan jodang telur hias Maulid Nabi Muhammad SAW berkurang.

Seperti di Desa Kemiren Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jumat (30/10/2020). Arak-arakan ndhog-ndhogan ditiadakan. Mereka langsung membawa jodang berisi telur hias ke masjid dan musala setempat.

"Di tengah pandemi kami meniadakan arak-arakan. Ini mengantisipasi adanya COVID-19," ujar M Arifin, Kades Kemiren kepada detikcom.

Endhog-endhogan adalah tradisi yang dilakukan oleh Suku Osing dan warga etnis lainnya di Kabupaten Banyuwangi dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad.

Kata endhog dalam Bahasa Osing dan Jawa berarti telur, maka dari itu Endhog-endhogan adalah tradisi yang menggunakan telur yang dihias sedemikian rupa, ditancapkan ke batang pisang yang juga dihias, dan diarak keliling kampung lalu telur tersebut dibagi-bagikan kepada warga.

Selanjutnya
Halaman
1 2