Long Weekend, Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Mulai Berdatangan Sejak Semalam

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 12:13 WIB
Long Weekend Kendaraan Mulai Berdatangan, ASDP Ketapang Siagakan 52 Kapal
Pelabuhan Ketapang (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Long weekend, Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang di Banyuwangi, mulai ramai didatangi ratusan kendaraan baik dari Pulau Bali maupun sebaliknya. Meski terpantau ramai, namun tidak menimbulkan antrean kendaraan. Pelabuhan Ketapang - Gilimanuk menyiagakan 52 kapal, sementara yang beroperasi ada 32 kapal.

Pemudik roda dua dari Bali terpantau mendominasi banyaknya kendaraan yang turun dari kapal di dermaga Pelabuhan Ketapang. Para pemudik roda dua ini memilih perjalanan malam untuk menghindari cuaca terik di siang hari.

Tidak hanya dari Pulau Bali, mobil pribadi para wisatawan dari berbagai daerah di Pulau Jawa yang akan menikmati libur cuti bersama ke Pulau Bali juga terpantau mulai berdatangan di pelabuhan. Bahkan, semakin malam, jumlah kendaraan yang akan menyeberang terpantau semakin banyak bebarengan dengan kendaraan logistik yang akan mengirim bahan-bahan pokok ke Pulau Dewata.

Areal parkir sisi utara pelabuhan pun tampak penuh dipadati kendaraan yang mengantre untuk masuk kapal. Mengantisipasi lonjakan kendaraan pada libur panjang ini, pihak ASDP ketapang menyiagakan sedikitnya 52 kapal. Selain itu, pihak ASDP juga akan mengoptimalkan tujuh dermaga di setiap pelabuhan.

"Tentu segala persiapan kita dilakukan oleh ASDP seluruh Indonesia dalam antisipasi long weekend ini. Khusus di Ketapang-Gilimanuk ada 52 kapal yang kami siagakan. Dari 52 kapal, 32 kapal kita operasikan setiap harinya. Tujuh dermaga di Ketapang, dan Gilimanuk juga kita optimalkan pengoperasiannya untuk menghadapi lonjakan," jelas Fahmi Alweni, General Manager ASDP Ketapang kepada wartawan, Rabu (28/10/2020).

Sementara itu, pihak ASDP Ketapang memprediksi lonjakan kendaraan pada long weekend Maulid Nabi ini akan mengalami peningkatan lebih dari angka 10 persen dibandingkan hari biasanya.

Mengingat libur panjang sebelum-sebelumnya, hampir tidak terjadi lonjakan yang berarti akibat menurunnya tren masyarakat untuk bepergian ke luar kota di massa pandemi seperti saat ini.

"Prediksi lonjakan akan terjadi hari ini. Untuk prediksi lonjakan kita tidak bisa bandingkan dengan tahun lalu, sebab tahun lalu kan normal kondisinya, sementara sekarang ada pandemi. Tapi dibandingkan hari biasa kemungkinan ada peningkatan mungkin sekitar 10 persen saja," pungkas Fahwmi Alweni.

(fat/fat)