Penanganan Ekonomi Dampak COVID-19 Jadi Prioritas Kelana

Suparno - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 16:03 WIB
Kelana Aprilianto Dwi Astutik
Cabup Kelana Aprilianto (Foto: Suparno/detikcom)
Sidoarjo -

Paslon bupati dan wabup Sidoarjo nomor urut 3, Kelana Aprilianto dan tokoh Muslimat Jawa Timur Dwi Astutik, akan memberikan prioritas terhadap dampak sosial dan ekonomi akibat COVID-19. Sebab sampai saat ini penanganannya dirasakan belum optimal.

Menurut Kelana sebanyak 46,8 persen warga Sidoarjo tidak puas dengan kinerja pemkab menangani dampak sosial dan ekonomi akibat COVID-19. Hal tersebut turun dari survei yang dilakukan September lalu itu, hanya 47,8 persen yang merasa puas.

Kelana menghargai upaya yang telah dilakukan Pemkab Sidoarjo. Namun berdasarkan survei tersebut, masih dibutuhkan upaya lebih keras lagi untuk mengatasi persoalan sosial maupun ekonomi akibat COVID-19.

"Sekarang lebih dari 11 ribu orang harus kehilangan pekerjaan karena kesulitan yang dialami perusahaan tempat mereka bekerja. Angka ini menambah jumlah pengangguran di Kabupaten Sidoarjo hingga menembus 50 ribu orang," tegas Kelana saat ditemui di sela pertemuan dengan pendukungnya di Sidoarjo, Selasa (27/10/2020).

"Kami bertekad memulihkan ekonomi yang terdampak akibat Covid-19 dengan cepat, sehingga kehidupan warga Sidoarjo dapat kembali normal," tambahnya.

Untuk merealisasikan, Kelana telah menyiapkan sejumlah langkah. Antara lain dengan mempercepat normalisasi kegiatan ekonomi seperti perdagangan, jasa, hingga hiburan. Kegiatan-kegiatan ekonomi tersebut harus digerakkan kembali sehingga menimbulkan efek domino terhadap perekonomian Sidoarjo secara keseluruhan.

Kelana meyakinkan bahwa seluruh kebijakan yang dilakukan bersifat merata, bisa dirasakan oleh seluruh warga Sidoarjo. Karena situasi akibat COVID-19 ini, nyatanya dialami oleh seluruh warga Sidoarjo.

"Tidak boleh hanya segelintir warga Sidoarjo saja yang mendapatkan manfaat dari langkah kebijakan yang diambil. Sebab prinsip kami, jangan sampai tidak merata. Jangan sampai rakyat ngeluh karena menjadi warga pinggiran," tegasnya.

(fat/fat)