PW Muhammadiyah Jatim Satu Komando dengan Pusat Soal Pernyataan Macron

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 19:11 WIB
logo muhammadiyah
Foto: istimewa
Surabaya -

Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur mendukung langkah MUI meminta Menteri Luar Negeri agar segera memanggil Dubes Prancis untuk Indonesia. Dukungan ini selaras dengan PP Muhammadiyah.

Muhammadiyah mendukung upaya MUI untuk mendapatkan klarifikasi terkait pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait Islam.

"Yang pertama begini, ini kan soal yang sifatnya global jadi soal dunia internasional. Dunia internasional itu yang punya otoritas untuk berkomentar dan lain sebagainya itu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah," kata Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur Saad Ibrahim kepada detikcom, Senin (26/10/2020).

Saad menjelaskan dirinya memilih mengikuti apa yang diputuskan PP Muhammadiyah. Karena kewenangan PP Muhammadiyah Jatim hanya seputaran daerah di Jatim saja.

"Saya harus proporsional saja soal itu. Iya (satu komando), artinya gini kalau itu menyangkut Jawa Timur otoritasnya di saya di PWM Jatim. Kalau otoritasnya nasional apalagi internasional itu otoritasnya di PP. Walaupun kita bisa membaca apa yang dikomentarkan PP, tetapi saya kira tidak etis kalau melangkahi wewenang PP," bebernya.

Diketahui PP Muhammadiyah mendukung langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk meminta Menteri Luar Negeri agar segera memanggil Dubes Prancis untuk Indonesia. Muhammadiyah mendukung upaya MUI untuk mendapatkan klarifikasi terkait pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait Islam.

"Kalau memang MUI mau mengklarifikasi ya bagus, menurut saya, saya dukung. Mengklarifikasi ke Kementerian Luar Negeri itu," kata Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, kepada detikcom.

Selanjutnya
Halaman
1 2