Beredar Video Mobil PJR Tol Jatim II Ringsek Tertabrak Truk

Beredar Video Mobil PJR Tol Jatim II Ringsek Tertabrak Truk

Suparno - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 15:24 WIB
Video mobil PJR Tol Jatim II ringsek tertabrak truk besar dari belakang beredar di media sosial. Dalam video itu, tampak mobil PJR tertabrak truk saat melakukan penindakan.
Tampak mobil PJR tertabrak truk saat melakukan penindakan/Foto: Tangkapan Layar
Sidoarjo - Video mobil PJR Tol Jatim II ringsek tertabrak truk besar dari belakang beredar di media sosial. Dalam video itu, tampak mobil PJR tertabrak truk saat melakukan penindakan.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Selasa (13/10) sekitar pukul 12.30 WIB di KM 7.600 dari Waru ke Dupak. Dalam video berdurasi 30 detik itu juga ada suara seseorang yang merekam video.

"Bos-bos gara-gara nyekel aku bos, lho bos hancur bos, hancur bos, lho masih selamet, masih selamet, masih selamet, masih selamet," berikut suara yang terdengar dalam video seperti yang dilihat detikcom, Kamis (15/10/2020).

Dalam video tersebut tampak mobil patroli PJR itu mengalami kerusakan. Terutama di bagian depan dan belakang. Sebab, saat tertabrak truk dari belakang, mobil itu terdorong hingga menabrak pantat truk yang terparkir.

Lihat juga video 'Minibus Tabrak Gapura Desa di Karanganyar, 2 Orang Tewas':

[Gambas:Video 20detik]



Kanit PJR Tol Jatim II AKP Roni Faslah mengatakan, anggota sudah menjalankan tugas penegakan 307 junto 169 sesuai SOP. Anggota PJR itu sudah menyalakan rotator.

"Anggota sudah melaksanakan tugas sesuai SOP. Penegakan juga sesuai SOP. Sebenarnya posisi mobil pikap yang melanggar sudah di kantong parkir," kata Roni.

Roni menambahkan, namun tiba-tiba ada truk dari belakang yang remnya blong. Kemudian menabrak mobil patroli itu. Akibatnya, mobil patroli itu terdorong ke kiri dan menabrak truk yang parkir di kantong parkir jalan tol.

"Padahal truk dari belakang itu jaraknya sekitar 300 meter. Seharusnya pengemudi truk bisa antisipasi. Ternyata truk tersebut remnya blong. Akhirnya menabrak mobil anggota saat menjalankan penindakan," jelas Roni. (sun/bdh)